PMKP UNSOED

Just another WordPress.com weblog

TERLEPAS DARI IKATAN ROKOK

Paul, Jakarta

SAUDARA yang terkasih dalam Yesus, dengan ini saya ingin memberi kesaksian bagaimana Yesus melepaskan saya dari ikatan rokok yang telah memperbudak saya selama 25 tahun.

SAYA perokok berat yang menghabiskan 2-3 bungkus sehari. Begitu terikatnya saya sehingga bila ke belakang saya harus bawa rokok dan bila saya harus memilih antara rokok dan makanan, saya pilih rokok. Tetapi puji Tuhan, bahwa Yesus lebih kuat dari apapun dan sanggup melepaskan segala ikatan yang membelenggu kita, Halleluyah!

KELEPASAN dari rokok yang saya alami terjadi pada tanggal 22 Januari 1985. Saat itu baru saja saya selesai mengikuti Pemahaman Alkitab dari Bapak Pdt JE Awondatu di rumah Keluarga Alwel Tanujaya. Saya baru mengikuti pelajaran ini beberapa kali, inipun karena dorongan istri saya. Perlu saudara ketahui bahwa saya berlatar belakang Katolik, sehingga saya tidak terbeban untuk melepaskan kebiasaan, karena menurut ajaran Katolik merokok tidak dilarang, hingga saya tak merasa salah dengan merokok. Tapi pada waktu saya mengikuti persekutuan Doa (PD) yang mulai saya kunjungi pertengahan tahun 1983 saya tak berterus-terang merokok di hadapan saudara seiman disamping untuk menghargai mereka yang tidak merokok, juga untuk menutupi agar mereka tidak tahu bahwa saya adalah perokok, munafik ya ?

SERING saya dengar kesaksian orang berhenti merokok, tetapi hati saya tidak tergerak karena yang bersaksi orang Kristen bukan Katolik. Hingga saya pikir wajar saja dia tidak merokok sebab dilarang pendetanya, sedangkan pastor saya tidak pernah melarang saya. Kembali ke peristiwa yang saya alami pada tanggal 22 Januari 1985. Tidak seperti biasanya saat itu Pendeta Awondatu setelah mengakhiri pelajaran Alkitab (biasanya terus pergi untuk melayani di tempat lain) mengatakan: “Saya akan berdoa bagi saudara. Barang siapa yang mempunyai keperluan harap berdiri dengan mengangkat tangan keatas dan meletakkan tangan kiri didada masing-masing, kemudian berdoa memohon apa saja yang menjadi keperluan saudara.”

SAYA berpikir sejenak apa yang menjadi keperluan saya dan terlintas dalam pikiran saya, apa salahnya saya minta kelepasan dari rokok, karena sebelumnya saya gagal mencoba dengan kekuatan sendiri. Lalu saya berdoa dalam hati demikian: “Tuhan, apabila Engkau tidak berkenan saya merokok tolong lepaskan saya dari belenggu yang mengikat yaitu kebiasaan merokok karena saya sendiri tidak sanggup melepaskan diri dari kebiasaan itu, terima kasih Tuhan, di dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami , kami telah berdoa, Amien.” SELESAI berdoa kami pulang dan seperti biasanya saya langsung membuka laci mobil untuk mengambil rokok. Tapi sebelum saya buka, ada yang menegur dalam hati saya dan sekarang saya baru mengerti bahwa itu adalah Roh Kudus yang telah menegur saya, mengatakan, `Bukankah engkau baru saja selesai berdoa agar engkau dilepaskan dari rokok, sekarang cobalah untuk tidak merokok.` Begitu bijaksananya Tuhan kalau menegur, begitu lembut suaraNya, sehingga membuat saya masih sering berlinang air mata apabila saya ingat kasihNya padaku. Saya urungkan maksud saya dan berkata kepada rokok: “Hai rokok mulai saat ini engkau menjadi musuhku.”

SETIBANYA dirumah rokok tetap saya bawa karena baru saja saya beli dan baru terhisap 2 batang, yaitu yang terakhir sebelum saya ikuti pelajaran Alkitab itu. Dan rokok itu yang terakhir sampai saat ini dan selamanya. Saya letakkan rokok di atas meja, dan setiap saya mengingininya saya berkata dalam hati, `Hai rokok engkau adalah alat iblis dan telah menjadi musuhku mulai saat ini sampai selama-lamanya.

KEESOKAN harinya seperti kebiasaan saya setiap bangun pagi saya ke belakang dan saat itu saya dapat melakukan tanpa isapan rokok, saya sadar bahwa Tuhan sudah melepaskan saya dari rokok yang mengikat saya 25 tahun! Langsung saya ceritakan pada isteri saya yang menyambut dengan “Puji Tuhan!”

SUNGGUH ajaib kalau Tuhan bekerja. Sejak saat itu sampai sekarang dan selamanya saya tidak merokok sebatangpun atau sehisap pun. Saya pun tidak memerlukan makanan kecil pengganti rokok atau kembang gula. Anehnya sejak saat itu saya benci kepada rokok dan bila ada orang merokok saya menghindarinya karena tidak tahan bau asap rokok. Kepada saudara seiman yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kita di mana saja berada, saya menghimbau saudara agar saudara yang masih merokok mohon kepada Tuhan agar mengangkat kebiasaan merokok yang mengikat saudara selama ini, karena Tuhan tidak menghendaki anak-anakNya untuk merokok dan pasti akan meluluskan permohonan doa saudara. Di dalam Alkitab memang tidak ada ayat yang mengatakan : “Jangan Merokok”, tetapi hal ini jangan dipakai alasan bahwa saudara boleh merokok. Sejarah menunjukkan bahwa pada zaman Alkitab disusun atau pada zaman Yesus Kristus masih berada di dunia ini, tembakau belum ditemukan dan di kenal.

MENURUT Encyclopedia AMERICANA No 26 halaman 800 ditulis bahwa tembakau ditanam oleh orang Indian Amerika sebelum orang-orang Eropa pergi ke dunia Baru.

Columbus mencatat bahwa orang-orang Indian menggunakan tembakau untuk merokok, memamah dan menghirup. Merokok diperkenalkan ke Spanyol dan Portugal pada tahun 1550 oleh pelaut yang kembali dari dunia Baru. Jadi wajarlah kalau di dalam Alkitab tidak terdapat larangan untuk merokok namun demikian ada beberapa ayat dalam Alkitab yang dapat saudara hayati dan resapi maknanya yaitu sbb:

a. Yesaya55:2 “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan ? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

b. Markus7:20 KataNya (Yesus) lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Asap rokok yang keluar sangat merugikan orang yang berada disekitarnya dan lebih membahayakan daripada orang yang menghisap rokoknya.

c. 1 Korintus 3:16-17 “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah itu kudus dan Bait Allah itu ialah kamu. “Dengan merokok manusia membinasakan tubuhnya secara perlahan tapi pasti. Ilmu kedokteran telah menyelidiki dan melaporkan bahwa rokok adalah penyebab kanker paru-paru, bronchitis dan berbagai penyakit lainnya. Seandainya tembakau sudah ada pada zaman Yesus, saya yakin Yesus akan melarang untuk merokok. Kalau dokter dunia saja sudah melarang apalagi Yesus yang kita kenal sebagai Tabib di atas segala tabib, pasti akan melarang umatNya untuk merokok.

d. Matius 16:9 “Kepadamu akan Kuberikan anak kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia akan terikat di surga, dan apa yang kau lepaskan di dunia akan terlepas di surga.” Ayat tersebut bukan hanya untuk melepaskan ikatan rokok saja melainkan juga ikatan lain seperti alkohol, narkotik, obat bius, ganja, dan lain-lain yang mengikat secara negatif.

e. Lihat juga Ayub 20 :12-16

Saya sadari sepenuhnya bahwa saya tak mempunyai hal apapun untuk melarang saudara merokok. Saya pun tidak mau kalau yang menyuruh berhenti merokok itu adalah manusia. Apakah dia istri, sahabat, atau dokter sekalipun. Saya hanya menghimbau agar saudara-saudara menghayati ayat tadi dan minta pimpinan Roh Kudus untuk menerangkannya. Terutama saya menghimbau hamba Allah yang masih terikat dengan kebiasaan merokok untuk segera melepaskan ikatannya yang membelenggu dan jangan menghamburkan uang yang diterima dari Tuhan melalui umatNya untuk membeli rokok demi kenikmatan daging yang merusak kesehatan tubuhnya sendiri. Ada orang yang memakai hukum ” kelebihan” yaitu segala kelebihan itu tidak baik, demikian juga dengan rokok. Tetapi bagi Tuhan hukum itu tidak berlaku. Dosa tetap dosa dan noda tetap noda. Tidak dapat dikatakan kalau sedikit itu tidak apa-apa.

Bagi saya sendiri sejak Tuhan melepaskan saya dari rokok, rupanya Tuhan juga melepaskan saya dari kebiasaan-kebiasaan buruk saya yang saya biasa lakukan sebelum Tuhan menjamah saya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa semuanya terjadi bukan karena kuat dan kehebatan saya, melainkan karena doa-doa istri saya yang dipanjatkan siang dan malam untuk keselamatan diri saya telah didengar oleh Tuhan.

Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran nya tidak kurang tajam untuk mendengar. (Yesaya 55 : 1)

Kesaksian saya ini pernah saya saksikan di beberapa gereja dan persekutuan doa, tetapi saya masih terus terbeban untuk membuat kesaksian secara tertulis, agar lebih banyak orang yang mengetahui bahwa Tuhan Yesus Kristus sanggup melakukan apa saja serta pasti akan mengabulkan doa-doa kita yang kita panjatkan apabila kita memohon dengan sungguh-sungguh sepenuh hati dan motivasi yang tulus. Demikian kesaksian saya, semoga menjadi berkat bagi saudara-saudara yang membacanya. Halleluyah puji Tuhan.

Paul R Satyoputra

Iklan

Filed under: KESAKSIAN

KESAKSIAN CHARIAH

Saya telah dilahirkan anak lelaki kepada keluarga Muslim di Malaysia. Keluarga kami mempunyai tradisi keagamaan dan politik yang panjang dan penting di Malaysia. Sebagai orang-orang kenamaan di dalam sebuah negara Islam, agama Islam telah memainkan peranan utama dalam semua aspek kehidupan seharian kami.

Saya telah dibesarkan mengikut adat istiadat Islam, diajar bahasa Arab, pendidikan Al-Qur’an, upacara-upacara penyucian, doa, puasa dan sebagainya. Tetapi saya juga mempunyai kesempatan untuk kerap mengembara dan bermastautin semasa kecil di berbagai-bagai negara asing dan menimba ilmu pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama yang berlainan. Saya berpeluang berkenalan dengan penganut-penganut agama Buddha, Hindu, Yahudi, Kristian dan teramat ingin tahu, yang manakah satu-satunya agama yang betul. Memang jelas tidak mungkin adanya Allah yang Esa tetapi ada pula pelbagai jalan untuk mengenal Dia kerana ajaran dan perintah-perintah setiap agama itu kerap bercanggah; maka tidak mungkinlah Allah yang sama yang memberi ajaran agama-agama tersebut kepada manusia. Renungilah alam ciptaan-Nya! Belajarlah hukum-hukum fizik. Setiap hari kita dapat menikmati seorang Pencipta dengan kebijaksaan, pengetahuan dan logik yang tidak terbatas! Selanjutnya, Pencipta ini tidak mungkin begitu mengelirukan dan kelam kabut seperti yang dilambangkan oleh agama-agama di dalam dunia ini.

Saya teringat kepada satu peristiwa ketika berumur enam tahun. Oleh kerana darjatnya ayah sering ke merata-rata tempat sehingga kadang-kadang saya tidak bertemu dengannya untuk berbulan-bulan. Pada suatu hari, saya amat merinduinya dan ingin bertemunya. Terlintas pada fikiran saya pula untuk berdoa kepada Allah agar membawa ayah pulang. Tetapi pada ketika itu, timbul pula masalah yang besar! Saya maklum akan bagaimana berdoa dalam bahasa Arab dan juga upacara penyucian tetapi saya tidak erti langsung bagaimana berdoa kepada Allah untuk keperluan yang khusus. Saya tidak mampu berdoa kepada Allah untuk hasrat itu dalam tertib yang berpatutan, disusuli dengan ayat-ayat yang betul dan teratur bentuknya. Saya hanya mengenal Allah sebagai Tuhan yang sangat, sangat jauh. Dia Tuhan Kudus yang hanya dapat dijangkau melalui pendalaman ilmiah Al-Qur’an berserta perintah-perintah di dalamnya, upacara-upacara penyucian yang betul serta Bahasa Arab yang betul. Sebaliknya, saya mempelajari bahawa agama Kristian itu sebagai agama yang mudah, berasaskan kasih dan maaf – yang sentiasa sedia menerima mereka yang lemah dan tidak layak. Saya selalu kagum apabila menonton filem-filem Kristian semasa kecil. Sebagai contoh, dalam kisah Quo Vadis, golongan orang Kristian yang ditindas dan diseksa oleh orang Rom, dengan hati yang rela sedia memaafkan perbuatan orang Rom yang keji itu. Golongan orang Kristian itu kemudiannya telah dibuang untuk dibaham singa-singa buas yang lapar di gelanggang perlawanan (amphitheater). Berhadapan dengan maut, mereka mula memuji dan menyembah Tuhan mereka. Saya dapat merasai satu tenaga kuat yang tidak dapat dijelaskan tersebar daripada kumpulan Kristian itu. Mereka lemah, namun kuat. Mereka menghadapi maut, tetapi pasti akan hidup untuk selama-lamanya. Saya sangat kagum tetapi juga keliru. Akhirnya, saya membuat keputusan untuk berdoa dengan neutral dan memohon kepulangan ayah tidak lewat dari esok.

Pada keesokan harinya, terdapat ketukan di pintu. Ketika saya membuka pintu, terlihatlah wajah ayah yang bersenyum ke arah saya. Ayah memaklumkan bahawa dia mahu memeranjatkan kami dengan kepulangannya! Alangkah gembiranya perasaan saya dan saya tahu bahawa doa saya itu telahpun dikabuli Allah. Pada waktu itu, saya sudah yakin akan kewujudan Allah. Tetapi masih terletak pada hati saya azam untuk mengetahui siapakah Allah yang sebenarnya!

Ketika di tanahair, saya dapati bahawa adat istiadat dan hukum-hukum Islam sukar dituruti. Semasa bulan Ramadan bulan puasa, saya dilarang menelan air liur. Apabila saya terkentut selepas membersihkan diri sebelum bersembahyang, haruslah membersihkan diri sekali lagi. Jika pula menguap, ayat-ayat Al-Qur’an mesti dibaca untuk mencegah diri dari dirasuk oleh makhluk halus yang masuk melalui mulut. Saya juga dilarang menyentuh anjing, mahupun bermain dengan anjing mainan. Antara barang kepunyaan saya ialah rantai leher yang terhias dengan ayat-ayat suci yang mesti ditanggalkan sebelum ke tandas. Terdapat beribu-ribu lagi perintah-perintah yang harus ditaati sehingga saya menjadi sangat takut sekiranya melakukan kesilapan dan seterusnya gagal. Maka, saya tidak dapat menemui ketenteraman jiwa.

Pada satu ketika, saya telah menerima sebuah Al-Kitab dan mula membacanya. Saya membaca keempat-empat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya di dalam Perjanjian Baru. Setiap ayat yang dibaca menyeru kepada hati saya. Saya dapati bahawa di depan Allah, kita semua pendosa. Tidak kira betapa kuat dan tekunnya kita cuba memenuhi kehendak hukum-hukum itu, kita tidak mungkin akan berjaya. Ini kerana Allah itu lebih Kudus dari yang disangka. Cuma satu dosa memadai dalam hidup kita untuk membatalkan kemasukan kita ke dalam Syurga. Tambahan pula saya mengakui bahawa saya telah berdosa sekurang-kurangnya sekali di dalam hidup saya. Tetapi Allah telahpun berfirman: (Efesus 2:8) “Hal ini demikian, kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Yesus. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan kurnia Allah.”

 

***

Pada satu hari, ayah dan saya sakit tenat. Saya telah menemui beberapa orang doktor, tetapi mereka semua tidak berjaya menentukan jenis penyakit itu. Biarpun saya memakan semua ubat yang diberikan, saya merasa letih dari hari ke hari. Saya telah hilang berat badan sebanyak dua belas kilogram dan terasa bahawa sudah hampir tiba masanya untuk menemu ajal. Kemudian barulah saya mula berdoa kepada Allah. Saya mengaku segala dosa-dosa saya dan memohon ampun dari Allah. Saya menerima korban yang diberi Allah melalui anaknya Yesus Al-Masih dan kematian Yesus sebagai ganti saya untuk dosa-dosa saya. Walaupun saya tidak terdaya untuk makan, berdiri atau melakukan apa-apa perkara yang fizikal – saya berupaya untuk berdoa dan bersedia untuk bertemu dihakim-Nya pada Hari Kiamat buat selama-lamanya. Memanglah menjadi hasrat saya untuk ke syurga.

Setelah empat atau lima hari terlantar di dalam bilik tanpa rawatan, saya dimasukkan ke dalam hospital. Di masa yang sama, ayah dimasukkan ke dalam Unit Rawatan Rapi (ICU). Pada satu pagi, saudara-mara saya telah mengejutkan saya dari tidur dan menyampaikan berita sedih bahawa ayah telahpun meninggal dunia…

Punca rasmi kematian arwah ayah ialah kerana lemah jantung. Tetapi sebenarnya, doktor-doktor tidak dapat mengenal pasti punca penyakit yang dihidapi kedua-dua ayah dan saya. Terdapat khabar angin bahawa kami berdua telah diracun ataupun mangsa-mangsa ilmu sihir. Saya percaya bahawa saya masih hidup kerana firman-Nya di dalam Markus 16:17-18 yang berbunyi “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: Mereka akan mengusir roh jahat demi nama-Ku; mereka akan berkata-kata dalam bahasa yang tidak diketahui. Jika mereka memegang ular atau meminum racun, mereka tidak akan mendapat celaka. Jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Beberapa tahun kemudian saya telah menghidap penyakit batin pula dan pakar psikologi tidak dapat membantu saya. Saya terkenang akan kepada Allah, yang mampu menolong dalam situasi-situasi yang rumit; Allah yang menyebabkan orang yang beriman kepada-Nya rela memaafkan musuh-musuh mereka dan menyembah Dia ketika berhadapan maut di gelanggang lawan itu (amphitheater); Allah yang mampu memulihkan apabila seorang itu terminum racun dan juga yang rela membantu ketika kemasyghulan. Secara kebetulan isteri saya telah membawa saya ke upacara ibadat seorang Evangelist (pengkhabar Berita Baik) Amerika (Ray Jennings). Di sanalah kami sekeluarga menukar kepercayaan kepada agama Kristian. Si Evangelist itu menumpangkan tangannya di atas saya lalu berdoa untuk penyembuhan saya. Dengan serta-merta, saya dipulihkan menurut firman Allah: “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: … jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Pada hari ini saya bergerak dengan kehadiran Allah dalam hidup saya dan saya tahu bahawa Dia bersama saya. Kerana itu, saya mahu kamu tahu, wahai si pembaca Muslim, bahawa Allah yang Esa dan benar yang diperkisahkan Al-Kitab itu akan juga bersama-sama kamu apabila kamu membuat keputusan untuk mengikut cara yang ditunjukkan Isa.

Filed under: KESAKSIAN

Mengapa Malware ‘McDonalds’ Menyebar Pesat di Facebook?

Jakarta – Sebuah program jahat, dengan mencatut nama ‘McDonalds’, menyebar dengan memanfaatkan Facebook. Apa sebabnya program itu begitu laris?

Analis antivirus dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mencoba memberikan penjelasannya dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (30/10/2010).

“Salah satu kunci keberhasilan eksploitasi malware ini adalah karena pembuatnya menggunakan video pengetesan kentang McDonalds dibandingkan dengan burger dan kentang goreng lainnya. Di mana kesimpulan akhir dari video itu adalah semua makanan, kecuali kentang Mc Donalds, rusak dan berjamur setelah di diamkan selama beberapa hari atau minggu,” katanya.

Adanya konten video yang bisa disaksikan korbannya itulah yang menyebabkan aksi ini banyak ‘digemari’. Korban bisa jadi tak merasa sedang dikerjai oleh pihak lain, karena ia menikmati konten yang ditayangkan.

Soal apakah konten itu benar atau tidak, tentunya tidak menjadi pertimbangan. Boleh jadi konten itu adalah hoax, bahkan bukan tidak mungkin itu adalah ‘kampanye hitam’ pada waralaba McDonalds.

Alfons mengatakan, video itu tampaknya tidak dibuat oleh penyebar aksi di Facebook. Pelaku hanya memanfaatkan video yang sesungguhnya sudah ada di internet, termasuk di YouTube, sejak 2007 lalu.

Filed under: HOT ISUE

Turis Asing Sumbangan untuk Merapi dan Mentawai

Sosbud / Sabtu, 30 Oktober 2010 09:31 WIB

 

Metrotvnews.com, Denpasar: Sejumlah wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali, turut prihatin dengan bencana yang kini sedang melanda Indonesia, meletusnya Gunung Merapi dan Tsunami di Kepulauan Mentawai. Sebagai wujud solidaritas dan empati, para turis asing itu lalu menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban di dua tempat tersebut.

Penggalangan dana dilakukan secara spontan karyawan hotel yang mengedarkan kotak sumbangan Peduli Bencana Merapi dan Mentawai untuk kalangan hotel. Kotak itu diedarkan di masing-masing hotel di Pantai Sanur.

Para wisatawan asing yang sedang berjemur di Pantai Sanur, sempat kaget dengan adanya petugas hotel yang mondar-mandir membawa kotak sumbangan di sekitar mereka. Namun setelah pihak hotel menjelaskan, para wisatawan asing kemudian malah ikut memberikan sumbangan.

Bianca, wisatawan asal Belanda menyatakan turut prihatin dengan bencana di Indonesia. Menurut Bianca, pemerintah dan warga yang tidak terkena bencana harus bisa membantu.

Aksi spontan para karyawan hotel di Pantai Sanur itu kerap dilakukan setiap ada bencana berskala besar nasional. Biasanya dana yang terkumpul langsung dialirkan ke lembaga-lembaga swadaya masyarakat maupun pemerintah yang khusus mengelola sumbangan peduli bencana.(Saifullah/DSY)

Filed under: HOT ISUE

Mentawai Kembali Diguncang Gempa

Nusantara / Sabtu, 30 Oktober 2010 09:35 WIB

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Mentawai, Sumatra Barat, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 5,0 skala Richter (SR), Sabtu (30/10) pagi. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta, gempa terjadi pada pukul 07.55 WIB dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

Pusat gempa berada pada kedalaman 11 kilometer dan berjarak 152 kilometer barat daya Pulau Pagai Selatan, 156 kilometer darat daya Pulau Pagai Utara, 182 kilometer barat daya Pulau Sipura, dan 255 kilometer barat daya Muko-muko, Bengkulu, kata BMKG di lamannya.

Gempa susulan terus terjadi di Kepulauan Mentawai sejak terjadinya gempa bumi 7,2 skala Richter yang menimbulkan tsunami pada 25 Oktober 2010. Hingga Sabtu tercatat telah terjadi 20 gempa susulan dengan kisaran kekuatan pada 5.0 SR.

Gempa berkekuatan 7,2 SR yang memicu tsunami pada 25 oktober 2010 telah menyebabkan 408 orang meninggal, 303 belum ditemukan, 270 orang luka berat dan 142 luka ringan. Selain itu, bencana gempa juga menyebabkan 517 rumah mengalami rusak berat dan 204 rusak ringan. Gempa yang disertai tsunami itu telah menyebabkan sekitar 23 ribu orang hingga saat ini berada di pengungsian. (Ant/DOR)

Filed under: HOT ISUE

BERMIMPI

Ada seorang gadis kecil berdiri di pinggir keramaian selagi ayahnya memberikan suatu kesaksian tentang apa yang telah diperbuat Tuhan Yesus dalam hidupnya. Dia menyaksikan bagaimana Tuhan telah menyelamatkan dia dan menarik dia dari gaya hidupnya sebagai seorang pemabuk.

Pada hari itu ada seorang sinis yang berdiri di antara kerumunan tersebut yang tidak tahan lagi mendengar segala omong kosong tentang agama tersebut. Dia berteriak, “Kenapa anda tidak duduk dan diam saja, orang tua. Anda hanyalah bermimpi.” Tak beberapa lama, orang skeptik ini merasa ada tarikan di lengan jaketnya. Dia menoleh ke bawah dan ternyata itu adalah gadis kecil ini. Anak itu menatapnya lekat-lekat dan berkata, “Tuan, itu adalah ayah saya yang anda bicarakan. Anda mengatakan ayah saya seorang pemimpi? Biar saya ceritakan kepada ada tentang ayah saya.

“Ayah saya dulu seorang pemabuk dan malam-malam pulang ke rumah, dan memukuli ibu saya. Ibu menangis sepanjang malam. Dan Tuan, kami tidak memiliki pakaian-pakaian bagus untuk dipakai karena ayah saya membelanjakan seluruh uangnya untuk whiski. Kadang-kadang saya bahkan tidak memiliki sepatu untuk dikenakan ke sekolah. Tapi lihatlah sepatu dan baju ini! Ayah saya mempunyai pekerjaan yang baik sekarang!”.

Lalu sambil menunjuk ke suatu arah, dia mengatakan, “Apakah anda melihat seorang wanita yang sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibu saya. Dia tidak menangis sepanjang malam lagi sekarang. Sekarang dia menyanyi.”

Kemudian suatu pukulan yang hebat. Anak itu berkata, “Yesus telah merubah ayah saya. Yesus telah merubah rumah kami. Tuan, jika ayah saya sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!” (Anonim)

Filed under: INSPIRATIONAL

KISAH ARLOJI YANG HILANG

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.

“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). “

Filed under: INSPIRATIONAL

KUNCI PERTAMA BERKAT

Manusia berusaha mendapatkan.
Allah berusaha memberi. Memberi adalah caraNya Tuhan.
Hidup dalam jalanNya Tuhan berarti menjadi seorang pemberi.
Cara dunia untuk mengumpulkan dan meningkatkan uang, pakaian, harta miliki,
rumah, tanah dan bisni adalah dengan MENDAPATKAN.

Matius 6:31-33

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga
tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. TETAPI CARILAH dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.

Dalam kerajaan Allah, Yesus Kristus kelihatannya tidak punya masalah kalau
kita mempunyai segala hal yang di sebut di atas.

Akan tetapi Dia memberikan pernyataan bagaimana caranya untuk memperoleh
semua itu, bukan dengan MENDAPATKAN tetapi dengan MEMBERI.

Memberi adalah memberi.

Memberi itu bukan membayar seseorang untuk apa yang sudah dikerjakannya.

Memberi itu bukan menaruh sesuatu di tangan seseorang dengan ketentuan dia
harus melakuan sesuatu.

Memberi itu bukan meminjamkan.

Memberi itu adalah melepaskan sama sekali kendali tentang sesuatu hal
kepada orang lain, sehingga mereka bisa melakukan apa pun yang mereka suka kepada
barang yang diberikan.

Kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang yang dipunyai seseorang, tetapi
bagaimana mereka memberi dibanding apa yang mereka miliki.

Semua orang bisa memberi sesuatu. Kita termasuk orang kaya kalau kita bisa
memberi sesuatu. Bahkan benda yang paling sederhana pun bisa menjadi suatu
pemberian bagi orang lain. Kalau kita bertemu dengan orang yang tidak bisa
tersenyum, kita bisa memberikan senyum kita kepadanya.

Hidup kita akan menjadi petualangan dalam memberi, bukannya pergumulan
untuk mendapat.

Oleh : Pdt Daniel P. Martono

Filed under: MINISTRY

KISAH KEPITING

Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2000, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.

Bagaimana cara memancing Kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat
sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu
akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan
dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang
kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang,kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION

Filed under: INSPIRATIONAL

DAHULU JAUH, SEKARANG MENJADI DEKAT


II Sam. 7:1-14a; Mzm. 89:20-37; Ef. 2:11-22; Mark. 6:30-34, 53-56

Pengantar
Pada tanggal 10 Juni 2009 telah diresmikan suatu jembatan terpanjang di Indonesia sehingga jembatan tersebut menjadi salah satu landmark dan ikon Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur. Jembatan tersebut disebut dengan jembatan Suramadu, yaitu singkatan dari “Surabaya – Madura”. Jembatan Suramadu menghubungkan pulau Jawa (di Surabaya) dan pulau Madura (di Bangkalan), yang mana memiliki panjang 5.438 m (5,4 km). Tujuan utama dari pembangunan jembatan Suramadu untuk mempercepat pembangunan di pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur.  Jembatan Suramadu yang menelan biaya sekitar Rp. 4,5 terilyun terdiri dari 3 bagian yaitu Jalan layang (“causeway”), Jembatan penghubung (“approach bridge”)  dan Jembatan utama (“main bridge”). Dengan kehadiran jembatan Suramadu ini berarti pemerintah dan seluruh pihak yang terkait berhasil menghubungkan 2 wilayah yang semula berjauhan sebab dipisahkan oleh laut menjadi relatif dekat. Makna kehadiran dan fungsi suatu jembatan senantiasa merelatifkan jarak yang semula  terputus dan jauh. Sehingga melalui jembatan yang telah terhubung tidak ada lagi suatu tempat atau wilayah yang terasing. Mungkin tempat atau wilayah tersebut dahulu kurang dikenal dan terkucilkan. Tetapi saat wilayah tersebut terhubungkan dengan fasilitas jembatan, maka wilayah tersebut menjadi satu-kesatuan dengan wilayah lain. Jembatan senantiasa mengintegrasikan kedua wilayah yang terputus menjadi media komunikasi publik. Demikian pula halnya dengan fasilitas jembatan Suramadu. Memang tidak berarti dahulu pulau Madura sebelumnya tidak dikenal oleh rakyat Indonesia. Karena setiap orang ke pulau Madura  sejak dahulu dapat menggunakan kapal laut. Tetapi kini dengan fasilitas jembatan Suramadu, setiap orang yang berkepentingan dari Madura ke Surabaya dan sebaliknya tidak lagi tergantung kepada jadwal pelayaran, kapasitas penumpang kapal laut dan cuaca laut. Mereka dapat pergi setiap saat dengan mudah, cepat dan biaya yang relatif lebih murah.

Kristus Sebagai Pengantara
Sejak dahulu umat manusia telah berinteraksi dengan Allah melalui berbagai agama. Karena itu usia keberadaan agama-agama sebenarnya seusia atau sama tuanya dengan sejarah umat manusia. Melalui agama yang diyakininya umat telah belajar berdoa dan mempersembahkan korban atau ritual kepada Allah. Namun umumnya dari tiap-tiap penganut agama tersebut muncul kesadaran yang sangat kuat bahwa hakikat Allah tidak terjangkau. Allah dialami begitu transenden, jauh dan maha-tinggi. Selain itu keberadaan Allah begitu kudus dan sangat bertolak-belakang dengan hakikat manusia yang fana dan berdosa. Dengan demikian interaksi manusia dengan Allah sering menjadi interaksi yang begitu muskil. Karena itu muncul golongan imam atau resi yang mencoba untuk menjembatani kemustahilan relasi dengan Allah tersebut.  Jadi agama pada dirinya tidak mampu menjembatani hubungan manusia dengan Allah secara efektif dan personal. Karena dalam prakteknya agama-agama justru  sering menjauhkan manusia dengan Allah yang secara teologis  dan ontologis telah begitu jauh dan tidak mungkin terjangkau. Dalam hal ini peraturan dan hukum-hukum agama justru sering menimbulkan jarak yang semakin jauh karena dipakai untuk menista, menyiksa dan membunuh sesama. Hukum dan ketentuan ilahi yang seharusnya sebagai daya dorong manusia untuk mencari dan memberlakukan kebenaran Allah justru dipakai untuk menguatkan pembenaran diri sendiri. Tidak mengherankan jikalau agama justru sering hadir untuk mempertebal tembok komunikasi dengan sesama. Agama yang seharusnya berfungsi untuk membebaskan, malahan sering berubah fungsi menjadi media yang mengasingkan sesama. Tepatnya agama dipakai atau dimanipulasi untuk melegitimasi sikap eksklusivisme yang membedakan antara umat Allah dan bukan umat Allah.

Dari sudut karya keselamatan dan penyataan Allah harus diakui bahwa Allah telah memilih secara khusus umat Israel. Pemilihan Allah terhadap umat Israel tersebut bukan karena mereka memiliki suatu kelebihan atau jasa rohaniah, tetapi pemilihan tersebut didasarkan karena kasih-karunia dan perjanjian Allah (Ul. 7:7, 9:4-5). Pemilihan Allah kepada suatu umat tersebut membawa konsekuensi bahwa bangsa-bangsa di luar Israel tidak memperoleh keselamatan dan perjanjian Allah. Sehingga sebagai bangsa yang berada di luar perjanjian Allah, maka setiap orang di luar umat Israel menjadi jauh dari kasih-karunia Allah. Dalam konteks ini sebagai umat Kristen, kita harus mengakui umat Israel sebagai umat pilihan Allah. Tanpa pengakuan itu maka kita juga tidak akan dapat menerima Yesus Kristus yang lahir dari umat Israel sebagai Juru-selamat kita. Namun pada sisi yang lain, kita juga harus mengaku bahwa di dalam Tuhan Yesus, Allah telah membuka pintu eksklusivisme umat Israel. Melalui diri Tuhan Yesus, Allah menawarkan keselamatan kepada umat yang semula bukan umat Allah. Sebab Tuhan Yesus dihadirkan oleh Allah sebagai pengantara yang menjembatani antara Allah dan bukan umat Allah. Tepatnya melalui Tuhan Yesus, Allah menyediakan keselamatan dan pengampunan dosa kepada setiap umat manusia termasuk pula umat Israel. Dalam hal ini setiap umat Israel juga membutuhkan Kristus selaku Tuhan dan Juru-selamat, karena mereka tidak mampu untuk menyelamatkan diri dengan kesalehan dan ketentuan hukum Taurat. Sehingga di dalam Tuhan Yesus, kita semua diperdamaikan dengan Allah. Tuhan Yesus adalah jembatan pendamaian (“the bridge of reconciliation”) yang telah memulihkan hubungan manusia dengan Allah, dan juga telah memulihkan hubungan manusia dengan sesamanya.  Di Ef. 2:13 rasul Paulus berkata: “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus”. Sehingga tanpa karya penebusan Kristus, maka kehidupan setiap manusia akan terputus dan jauh dari keselamatan Allah. Di dalam Kristus, tidak ada lagi umat yang berstatus sebagai orang asing atau orang yang tersingkir.

Mengangkat Martabat Manusia
Tujuan utama sebuah jembatan dibangun adalah untuk menghubungkan kedua wilayah secara efektif dan efisien, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup setiap orang di kedua wilayah tersebut. Demikian pula kehadiran dan karya Kristus sebagai jembatan pendamaian. Karya penebusan Kristus yang telah mendamaikan Allah dan manusia serta sesamanya juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Tepatnya peran Kristus sebagai pengantara bukan hanya untuk menaikkan status umat manusia sebagai anak-anak Allah, tetapi yang lebih utama lagi adalah memampukan setiap orang untuk hidup sebagai anak-anak Allah. Jadi yang lebih penting adalah bagaimana menghayati makna “menjadi anak-anak Allah” secara fungsional dari pada sekedar suatu status. Sebab dengan dirobohkannya tembok pemisah atau tembok-tembok perseteruan, maka setiap umat tidak lagi terhalang untuk berelasi dengan Allah dan sesamanya.  Seperti kisah tembok Berlin yang telah dirobohkan pada tanggal 9 Nopember 1989. Sebelumnya tembok Berlin (German: “Berliner Mauer”) merupakan batas pemisah demarkasi antara Berlin Barat dengan “German Democratic Republic”  (East Germany), termasuk Berlin Timur.  Tembok Berlin yang mulai dibangun pada tanggal 13 Agustus 1961 akhirnya roboh setelah selama 28 tahun menelan korban ratusan orang yang selalu berusaha untuk menyeberangi tembok tersebut. Sehingga pada masa kini kedua “bangsa” di wilayah Jerman Barat dan Berlin Barat leluasa untuk saling mengunjungi dan berinteraksi secara bebas. Mereka tidak lagi “2 bangsa” yang terpisah oleh garis demarkasi, tetapi mereka menjadi satu umat yang bebas dan bermartabat. Robohnya tembok Berlin juga membuka perspektif hidup yang lebih luas dan penuh makna.  Demikian pula karya penebusan Kristus. Sebab tujuan karya penebusan Kristus adalah untuk memampukan setiap umat untuk hidup sebagai “satu manusia baru” (Ef. 2:15). Sehingga mereka dimampukan untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat, berkreativitas dan mengoptimalkan seluruh karunia-karunia rohani untuk kemuliaan Allah.

Karya penebusan Kristus yang mendamaikan dan membebaskan itu perlu kita wujudkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita terpanggil untuk memperjuangkan kesetaraan martabat setiap orang dan kesetaraan gender antara pria-wanita. Sebab pola pikir dunia terus berupaya menciptakan diskriminasi dalam berbagai bentuk. Konsep inti dari diskriminasi adalah roh superioritas yang ingin menundukkan atau menaklukkan orang lain dalam posisi yang lebih rendah. Para pelaku superioritas hendak menegaskan bahwa orang lain tidak boleh memiliki hak dan kedudukan yang sama. Orang lain tidak boleh memiliki apa yang mereka miliki. Orang lain tidak boleh bertindak leluasa dan bebas seperti keleluasaan dan kebebasan mereka. Orang lain tidak boleh berkembang dan maju. Juga orang lain tidak boleh menjadi lebih pandai dan memiliki keahlian seperti mereka. Jadi yang dikehendaki oleh para pelaku superiotas adalah penolakan secara sistematis terhadap hak kesetaraan bagi orang lain. Mereka menghendaki agar orang lain tidak dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Dengan demikian di balik sikap mental superioritas sebenarnya tersembunyi sikap arogan atau keangkuhan yang didasarkan kepada: paradigma mayoritas-minoritas, keyakinan agama yang sempit, etnis, budaya, gender antara pria-wanita, sindrom senioritas-junioritas, dan sebagainya. Itu sebabnya sikap arogansi tersebut diwujudkan dengan cara membangun tembok atau benteng setinggi mungkin untuk membatasi relasi dan interaksi dengan sesama. Wujud dari pola pikir dunia adalah menciptakan umat manusia dalam sekat-sekat dan kasta-kasta yang memposisikan kehidupan bersama dalam garis potong secara vertikal dan horisontal. Dalam garis potong secara vertikal, manusia dilumpuhkan untuk berinteraksi dengan Allah melalui serangkaian peraturan agama yang mengkerdilkan budi. Dan dalam garis potong secara horisontal, manusia dilumpuhkan untuk berinteraksi dengan sesamanya dalam roh kesetaraan. Wujud dari roh dunia adalah menciptakan keterbelengguan yang mengikat akal-budi dan spiritualitas manusia sedemikian rupa sampai mereka diyakinkan bahwa setiap sekat keterbelengguan tersebut bernilai benar dan kudus. Sehingga tidak mengherankan jika kita menyaksikan upaya yang tidak kenal lelah dan sistematis bagi pelaku superioritas untuk melanggengkan sekat-sekat dalam kehidupan umat manusia. Tetapi tidaklah demikian karya penebusan Kristus. Karena karya Kristus justru merobohkan setiap sekat dan kasta. Karya Kristus bertujuan menciptakan keterbukaan yang kreatif dan bermartabat agar setiap orang hidup sesuai dengan panggilan dan karunianya masing-masing. Ef. 2:14 berkata: “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”.

Menciptakan Damai-Sejahtera
Jembatan yang menghubungkan kedua wilayah juga menunjukkan bahwa penghuni dari kedua wilayah tersebut bersedia hidup damai. Sebaliknya ketika mereka berseteru, maka mereka akan merobohkan jembatan tersebut. Salah satu strategi perang yang jitu adalah menghancurkan fasilitas jembatan agar musuh tidak dapat memiliki akses jalan ke daerah mereka. Pada satu pihak karya Kristus dalam kematianNya di atas kayu salib adalah untuk merobohkan setiap tembok pemisah dalam kehidupan umat manusia, tetapi pada pihak lain karya Kristus juga membangun jembatan yang memisahkan manusia dalam keterbelengguannya.  Kristus merobohkan sekaligus membangun adalah untuk menciptakan damai-sejahtera yang nyata dalam kehidupan manusia. Tuhan Yesus tidak akan pernah merobohkan apa yang benar dan berharga. Tetapi Kristus selalu membangun apa yang rusak dan hancur dalam kehidupan umat manusia. Karya Kristus seperti pedang bermata dua. Di satu sisi Kristus adalah sosok pembongkar yang radikal. Dia membongkar sesuatu yang jahat sampai ke akar-akarnya. Namun di sisi lain Kristus adalah pembangun  (arsitek) yang handal dan kokoh. Dia selalu merancang segala sesuatu dengan teliti, terprogram dan bernilai kekal. Damai-sejahtera yang Dia bangun bukanlah damai-sejahtera yang semu. Tetapi damai-sejahtera yang mampu membawa manusia kepada keselamatan kekal. Karena itu Kristus menciptakan damai-sejahtera yang transformatif yaitu damai-sejahtera yang memampukan manusia untuk hidup dalam pertobatan dan pembaharuan hidup. Dan pada pihak lain damai-sejahtera Kristus yang transformatif adalah damai-sejahtera yang inklusif sebab damai-sejahtera Kristus tidak hanya dibatasi oleh kelembagaan umat Kristen. Sebab tidak setiap umat Kristen adalah umat yang hidup benar dan kudus. Tidak jarang sebagian umat Kristen justru mempraktekkan tembok atau benteng superioritas diri, sehingga memposisikan orang lain hanya sebagai obyek. Namun tidak jarang pula sesama “di luar iman Kristen” menjadi kepanjangan tangan Kristus yang bersedia membangun jembatan pendamaian di tengah-tengah perseteruan. Karena itu kita juga harus membebaskan diri dari stereotif negatif seperti “Kristen dan bukan Kristen”.  Sama seperti kita menolak sistem pengaturan negara berdasar atas superioritas agama, seperti: “Islam dan bukan Islam”.

Kekuatan penghancur dari kehidupan damai-sejahtera adalah perilaku kekerasan dalam segala bentuk. Sampai kini dunia masih dikuasai oleh perilaku kekerasan dengan motif agama, politik, ekonomi, rasialisme, seks, dan pemaksaaan kehendak. Ribuan sampai jutaan  orang setiap hari sesama di berbagai kawasan mengalami kekerasan dan penganiayaan. Umat Kristen di sejumlah wilayah terus mengalami perlakuan kejam dan penyiksaan. Beberapa di antaranya dibunuh, diculik dan diperkosa karena mereka mempertahankan iman kepada Kristus. Catatan dan informasi dari “Open Doors” memperlihatkan bahwa sangat berbahaya di negara dan wilayah tertentu bagi orang yang percaya dan mengasihi kepada Kristus. Selaku gereja kita harus makin tercelik, bahwa di berbagai belahan dunia dan mungkin di tempat kita berada tidaklah mudah untuk berjalan mengikut Kristus dengan setia. Namun pada saat yang sama kita juga perlu bertanya, apakah kita juga telah mampu membebaskan diri dari perlakuan kekerasan dalam berbagai bentuk kepada orang-orang di sekitar kita? Apakah perkataan dan sikap kita tidak melecehkan dan merendahkan martabat sesama? Kita tidak mungkin menuntut perlakuan adil dan jaminan damai-sejahtera, tetapi dalam realita hidup kita telah menutup seluruh akses dan potensi untuk hidup dalam damai-sejahtera dengan sesama. Hakikat damai-sejahtera yang dianugerahkan dan dibangun oleh Kristus selalu bersifat utuh, tidak terpecah-pecah dan segmentaris. Damai-sejahtera Kristus merangkum setiap umat, dan senantiasa melampaui batas-batas geografis atau demarkasi. Di Ef. 2:17-18, rasul Paulus berkata: “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa”. Karena itu damai-sejahtera Kristus akan menjangkau setiap orang yang menderita karena kebenaran, keadilan dan imannya. Damai-sejahtera Kristus dinyatakan kepada mereka yang lemah-lembut dan bijaksana. Damai-sejahtera Kristus juga akan dialami oleh setiap orang yang kaya dengan  pengampunan dan kasih.

Kawan Sewarga Orang-Orang Kudus
Kelancaran jalan yang disediakan oleh jembatan dapat mendukung proses transformasi budaya, perdagangan dan kesejahteraan hidup. Tetapi juga fasilitas jembatan yang berhasil membuka akses ke wilayah yang semula terbelakang juga dapat menimbulkan efek yang buruk. Pola pikir masyarakat yang semula sederhana dan lugu dapat berubah menjadi masyarakat yang memiliki gaya hidup yang konsumtif. Mereka mulai tergoda untuk memperoleh pola-pola hiburan yang tidak mendidik. Segala sesuatu yang bersifat “trendy” segera diserap menjadi gaya hidup. Fasilitas jembatan yang berhasil “menciutkan” jarak geografis yang jauh tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang destruktif secara mental. Seperti pada masa kini di mana hampir setiap orang memiliki hand-phone. Fasilitas media telekomunikasi ini berhasil “menciutkan jarak” interaksi antar manusia lintas negara dan benua. Melalui fasilitas hand-phone, kita dapat mengontak siapa saja dengan biaya yang relatif murah dan dengan kecepatan kilat. Para pengguna hand-phone yang canggih telah diperlengkapi kemampuan untuk mengakses internet sehingga mereka dengan mudah untuk memperoleh berita, data, informasi, gambar, foto dan film dengan begitu mudah. Kita bersyukur kepada Tuhan atas segala karunia melalui fasilitas tersebut. Tetapi bagi sebagian orang lain fasilitas media telekomunikasi tersebut makin menyesatkan. Mereka menggunakan untuk menumpuk kecemaran sesuai dengan pola keinginan duniawi. Tentu solusi yang bijaksana bukan dengan cara menghancurkan jembatan penghubung dan fasilitas hand-phone, komputer atau internet. Sebab yang harus diubah adalah mentalitas dan spiritualitas manusia yang menggunakan fasilitas transportasi atau telekomunikasi tersebut. Mentalitas mereka perlu terus-menerus dikuduskan oleh kuasa Kristus. Mereka perlu berjumpa secara pribadi dengan Kristus, sehingga mereka dapat hidup sebagai kawan sewarga dari orang-orang kudus. Dengan demikian setiap fasilitas jalan atau jembatan dan telekomunikasi dapat dipakai untuk mempermuliakan nama Kristus.

Untuk mencapai tujuan mempermuliakan nama Kristus tidaklah mudah. Sebab yang kita hadapi adalah sistem mentalitas umat yang telah terbentuk. Walaupun mereka mungkin memiliki latar-belakang keagamaan yang kuat, tetapi tidak dijamin spiritualitas mereka telah ditransformasi oleh kuasa Kristus. Misalnya fasilitas transportasi dan komunikasi dalam berbagai bentuk justru dipakai untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran yang sempit dan kerohanian yang dangkal. Media internet justru dipakai oleh mereka untuk menyebarkan berbagai sikap kebencian, kecurigaan, permusuhan dan sekat-sekat psikologis atau primordialisme keagamaan kepada banyak orang. Kecanggihan semua peralatan dan media telekomunikasi tersebut justru semakin memperlancar setiap  niat buruk dari para penggunanya.  Untuk itu kasih Kristus dan kuasa penebusanNya juga perlu disebarkan melalui setiap fasilitas komunikasi dan multi-media yang tersedia. Dalam hal ini gereja tidak boleh bersikap pasif. Setiap umat  Tuhan wajib memberi kesaksian  yang benar melalui media komunikasi yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Bahkan umat Allah harus semakin terampil dan ahli dalam menggunakan fasilitas dan media komunikasi atau multi-media yang tersedia. Tetapi keahlian dan keterampilan mengoperasikan semua fasilitas dan peralatan tersebut haruslah dengan roh kekudusan. Tujuannya agar sebanyak mungkin umat manusia memperoleh pemahaman dan pengenalan akan Kristus. Sehingga mereka dapat menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus. Di Ef. 2:19-20, rasul Paulus berkata: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru”. Karya Kristus yang mendekatkan setiap umat yang jauh agar menjadi dekat pada intinya adalah agar mereka mampu hidup sebagai keluarga Allah.

Dengan demikian makna kedekatan hubungan dengan Allah dan sesama pada hakikatnya memiliki tujuan yang luhur, yaitu semakin mengefektifkan kekudusan. Suatu relasi yang dekat, mesra dan intim menjadi tidak bermakna jikalau tidak mampu membawa umat kepada hidup yang lebih kudus. Kedekatan dan kemesraan demikian hanyalah sekedar suatu romantisme belaka, tetapi tidak mampu membawa umat kepada suatu perubahan atau pembaharuan hidup. Padahal inti dari perubahan dan pembaharuan hidup adalah kekudusan. Manakala setiap jemaat menerapkan pola hidup kudus, maka yang akan dicapai adalah suatu bangunan yang rapih tersusun sebagai Bait Allah. Ef. 2:21-22 berkata: “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh”. Perhatikan bahwa hakikat kekudusan perlu diwujudkan dalam suatu “bangunan” (tersusun sebagai Bait Allah). Dengan kata lain kekudusan harus menjadi sistem kehidupan yang terpola sehingga menjadi gaya hidup setiap umat. Panggilan akan kekudusan bukan sekedar urusan pribadi, tetapi urusan komunitas. Bahkan panggilan kekudusan merupakan urusan masyarakat dan negara, serta umat manusia secara keseluruhan. Itu sebabnya Kristus datang untuk menguduskan umat manusia dengan penebusanNya di atas kayu salib. Makna “dahulu kamu jauh – sekarang menjadi dekat” adalah dimampukan untuk hidup kudus dalam kuasa penebusan Kristus.

Panggilan
Karya penebusan Kristus yang mendekatkan umat yang semula jauh menjadi dekat, bukan karena kita layak di hadapan Allah. Hakikat karya keselamatan Allah adalah pemilihanNya yang berdaulat. Pemilihan Allah di dalam Kristus kepada kita didasarkan oleh kuasa anugerahNya. Di Mark. 6:34 menyaksikan: “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka”.  Kristus datang menyelamatkan dan membebaskan kita yang dahulu jauh karena belas-kasihanNya. Dengan demikian tugas panggilan untuk hidup kudus juga perlu didasarkan atas kemurahan kasih Kristus. Sebab kita tidak akan mampu untuk mengupayakan hidup kudus dengan upaya dan kekuatan moral kita. Karena itu dengan kuasa penebusan Kristus, kita dipanggil untuk menguduskan setiap aspek kehidupan. Sehingga kehidupan kita dapat menjadi jembatan yang menghubungkan setiap orang saling berjumpa dalam kasih, dan akhirnya dapat berjumpa dengan Kristus selaku Juru-selamatnya. Amin.

Pdt. Yohanes Bambang Mulyono

Filed under: MINISTRY

Admin

PMKP UNSOED adalah komunitas yang berdiri karena hati anak2 kristiani di universitas jenderal soedirman untuk bergerak menjadi garam dan terang dunia bagi kampusnya.....
"come n join us"
from one movement to another movement in this campus
Oktober 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PMKP Twits

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.