PMKP UNSOED

Just another WordPress.com weblog

BEASISWA MAHASISWA WIRAUSAHA UNTUK 20 MAHASISWA (KERJASAMA UNSOED DAN BANK MANDIRI)

Rektor Unsoed, Prof EDY YUWONO, Ph.D menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Bank Mandiri yang diwakili Group Head Regional Commercial Sales 2, SANTOSO BUDI RIYANTO di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Lantai II, UNSOED, Rabu, 27 Oktober 2010.  Unsoed bekerjasama dengan Bank Mandiri dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.  Di bidang pendidikan misalnya Unsoed bekerjasama dengan Bank Mandiri dalam hal pembayaran biaya pendidikan dan pemberian beasiswa, salah satunya adalah Pemberian Beasiswa Mahasiswa Wirausaha dengan total dana 120 juta untuk 20 orang mahasiswa, sedangkan dalam bidang Pengabdian pada masyarakat adalah melalui program CSR Bank mandiri.

Group Head Regional Commercial Sales 2 Bank mandiri, Santoso Budi Riyanto merasa bangga dapat menjadi bagian dari misi pendidikan yang diemban Perguruan Tinggi Negeri guna membentuk generasi muda Indonesia yang memiliki kreatifitas tinggi dan berkarakter.  Lebih lanjut Santoso mengatakan bahwa Bank Mandiri senantiasa melaksanakan kegiatan CSRnya secara berkesinambungan salah satunya yaitu fokus utama pada dunia pendidikan melalui program Wirausaha Mandiri yang dirancang agar mahasiswa serta alumni mendapatkan ilmu wirausaha yang baik dengan memberikan stimulasi praktek dan dukungan lainnya sehingga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Rektor, Prof. Edy Yuwono, Ph.D pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa Unsoed tidak sekedar ingin menuju world class university akan tetapi world class civic university, artinya Unsoed ingin menjadi universitas milik masyarakat yang mampu menjamin akses dan ekuitas kepada mahasiswa untuk bisa mengikuti pendidikan, hal ini sesuai dengan tujuan para pendiri Unsoed yang mendirikan Unsoed karena prihatin atas kondisi masyarakat sekitar yang partisipasi terhadap pendidikan masih rendah.  Dengan adanya beasiswa wirausaha ini, tidak sekedar meningkatkan akses dan ekuitas, akan tetapi juga meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK).

Kepada para mahasiswa penerima beasiswa, Prof Edy mengingatkan agar tidak menetapkan tujuan utama untuk menjadi pegawai akan tetapi menetapkan tujuan untuk berwirausaha, sebagaimana di negara-negara maju, 20 % masyarakatnya adalah wirausahawan.

Penandatanganan MoU ini diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama.

Iklan

Filed under: OUR CAMPUS

SEMINAR NASIONAL “Diversifikasi Pangan dan Gizi dalam upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Masyarakat”

Purwokerto, www.unsoed.ac.id, Bekerjasama dengan BKP Provinsi Jawa Tengah, Fakultas Pertanian Unsoed pada Hari Rabu, 27 Oktober 2010 membuktikan sumbangsihnya dalam mencari solusi ketahanan pangan nasional dengan mengadakan seminar “DIVERSIFIKASI PANGAN DAN GIZI DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT”.

Acara yang berlangsung di Auditorium Fakultas Pertanian dan dipenuhi peserta ini diawali dengan penyampaian Paparan Kebijakan Diversifikasi Pangan oleh Kepala BKP Provinsi Jawa Tengah.

Kepala BKP Jawa Tengah menyampaikan bahwa Stabilitas Pangan Sangat Penting sebab kekurangan pangan akan memiliki dampak yang kompleks yaitu dampak sosial, ekonomi dan juga politik.  Kebijakan pengembangan konsumsi pangan yang selama ini lebih terfokus pada beras mengurangi penggalian dan potensi pemanfaatan pangan lokal, khususnya sumber pangan karbohidrat lain, oleh karena itu perlu merubah pola konsumsi masyarakat dengan mengembangkan bahan pangan lokal seperti jagung, umbi-umbian, sagu, dan sebagainya.

Dr.Ir Dahrul Syah, M.Sc dari IPB yang menyampaikan paparan tentang Hambatan dan Alternatif Solusi Dalam Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan mengatakan bahwafilosofi dasar dalam mengatasi hambatan dan merumuskan solusi alternatif dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan adalah sinergitas antara berbagai pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah.  Dua hal yang sangat penting adalah integrasi kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan isu pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan dan pendayagunaan potensi lokal.  Kegiatan program harus disinergikan sedemikian rupa sehingga berdampak pada dua hal yaitu (1) tumbuhnya kegiatan produktif dan (2) produknya dapat digunakan sebagai wahana untuk penganekaragaman konsumsi pangan.

Dalam seminar ini disampaikan pula mengenai Potensi Pangan Lokal dalam dunia usaha (Industri) oleh Ir. Ali Zum Mashar, MA, M.Si.,ID (Direktur PT Marsada Agrotech, PT Alami Food Processing) dan Penguatan Kelembagaan Pangan dalam percepatan diversifikasi pangan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyumas.

Filed under: OUR CAMPUS

MENDIKNAS RI : “KALAU BUKAN UNSOED, SIAPA LAGI?”

Pada pelantikan Prof.Drs.Edy Yuwono, Ph.D sebagai Rektor Unsoed periode 2010-2014, pada hari Rabu 28 April 2010, Mendiknas RI, Prof. Dr. MUHAMAD NUH , DEA dalam sambutannya, memberikan inspirasi untuk langkah Unsoed ke depan.

Mengawali sambutannya dengan menganalogikan Perguruan Tinggi laksana seorang ibu yang sedang hamil.  “Sang ibu tentu berharap agar sang bayi yang akan dilahirkannya adalah sempurna tanpa menyandang kecacatan, namun apabila selama kehamilannya sang ibu mengalami kekurangan asupan gizi, sentuhan kasih sayang dari suami dan keluarga tidak kunjung dirasakan, bahkan kekerasan dan pelecehan dialaminya secara harian, maka bayi yang dilahirkannya sangat berpotensi memiliki kecacatan fisik bahkan juga kecacatan mental”. Mendiknas mengatakan bahwa, demikian juga perguruan Tinggi,  apabila dalam kehidupan akademiik dan kampusnya, fasilitasnya serba kekurangan dan tidak terkelola dengan baik, proses belajar mengajar tidak mampu mengeksplorasi potensi intelektualitasnya, interaksi sosial antar sivitas akademika tidak didasarkan atas nilai kasih sayang, saling harga menghargai, hormat menghormati, tetapi justru kekerasan dan anarsitas yang menjadi budaya dan tradisi, maka bisa jadi kampus akan melahirkan generasi yang mengidap kecacatan sosial atau sosio idiot yaitu generasi yang tercerabut nilai kesantunan dan kesopanannya.  Tidak memiliki pati, simpati dan empati, dia hanya asyik dengan dirinya sendiri.  Disamping sosio idiot, bisa juga kampus akan melahirkan generasi yang tidak memiliki kemampuan teknis, atau tecnikal idiot, yaitu generasi yang kehilangan kepenasaranan intelektualnya, daya intelektual dan inovatifnya, dan kehadirannya justru menambah beban dan persoalan bagi bangsa ini.

Mendiknas juga menyampaikan bahwa dengan mengambil inspirasi, nilai-nilai, pelajaran-pelajaran yang telah diteladankan oleh Jenderal Soedirman, Unsoed insyaAlloh mampu memerankan sebagai mesin transformasi yang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas, santun, sejahtera, bermartabat, dan mampu bersaing dengan bangsa manapun.  Menurut Mendiknas, komitmen civitas akademika untuk menjadikan unsoed sebagai pelopor dalam pembangunan pedesaan berkelanjutan adalah ladang perjuangan yang sangat unik dan mulia dan sangat dinantikan oleh bangsa ini.

“Seperti kita ketahui, bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi dan harus diselesaikan oleh bangsa ini ke depan adalah pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari komitmen untuk mensejahterakan bangsa ini.  Dan insyaAlloh, dengan jiwa dan semangat, tradisi dan budaya yang dimiliki oleh Universitas Jenderal Soedirman beserta seluruh keluarga besarnya, Unsoed bisa tampil ke depan, mempelopori pengentasan kemiskinan.  Kalau bukan Unsoed, siapa lagi”, demikian ditegaskan Mendiknas.

Berkenaan dengan langkah ke depan, Mendiknas menyampaikan “Kalau ada dua orang berserikat untuk kebaikan, maka Alloh yang ketiga (pertolongan Alloh maksudnya), kalau ada tiga orang yang berserikat untuk kebaikan, maka Alloh yang keempat, selama diantara mereka tidak ada yang khianat”. Oleh karena itu, menurut Mendiknas RI, kebersamaan menjadi mutlak jika kita ingin membangun sesuatu yang didasari oleh kebaikan dan kemuliaan. Teori fisikanya, Lanjut Mendiknas, “kalau kita memiliki vektor-vektor tetapi vektor-vektor tadi itu tidak konfergen, maka resultante dari vektor itu bisa jadi zero bahkan negatif, kalau diantara kita melakukan kegiatan yang satu arahnya kesana yang satu arahnya kesana, seakan-akan semuanya bergerak, semuanya berjuang, tetapi karena tidak konvergen, maka unsoed bisa jadi jalan ditempat, bahkan bisa jadi mengalami kemunduran”.  Oleh karena itu, kebersamaan menjadi syarat mutlak.

Mendiknas RI menutup sambutannya dengan mengutip tulisan Imam Syafi’I “ Aku mencintai orang yang saleh meski aku bukan golongan mereka, aku hanya berharap syafaat Alloh dengan mencintai mereka.  Aku membenci orang yang berbuat dosa, meski aku dan mereka, sama saja”.  Menurut Prof. Muhamad Nuh, Itulah cinta yang dibungkus kerendahan hati.

Filed under: OUR CAMPUS

Prof. Edy Yuwono, Ph.D sebagai Rektor Unsoed 2010-2014

PURWOKERTO, Selamat atas dilantiknya Prof. Edy Yuwono, Ph.D sebagai Rektor Unsoed tahun 2010-2014 oleh Mendiknas pada hari Rabu 28 April 2010. Banyak harapan yang ditunggu oleh segenap Civitas Akademika sehingga menjadi penerus cita-cita para pendahulunya, dan sebagai penggelora semangat Jenderal Soedirman “Maju Terus Pantang Mundur”,  Rektor Baru diharapkan memiliki  -strong leadership-, -berwawasan global-, -bijak-, -arief-, -sederhana- , –amanah– dan -FOCUS- pada kemajuan Unsoed menuju “World Class Civic University”. Mendiknas M. Nuh memberikan sambutan yang isinya :

  1. Jadilah Pribadi utuh sehingga kenaikkan pangkat atau jabatan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pribadi dan lingkungan. Mendiknas memberikan perumpamaan “pribadi yang utuh” sebagai bilangan lebih besar sama dengan 1.  Bilangan kurang dari 1 (1/2, 1/3, 1/4, 1/5, dst…) bila diberi pangkat (dipangkatkan) maka akan menghasilkan nilai yang semakin kecil (artinya semakin mengecilkan dan membahayakan bila diberi pangkat tinggi).  Dari pada diberi pangkat semakin mengecilkan, maka lebih baik  diberi pangkat 0 (tidur saja). Jadilah pribadi utuh seperti halnya bilangan lebih besar samadengan 1, berapapun pangkatnya maka akan menghasilkan nilai yang lebih besar.
  2. Pribadi utuh saja belum cukup, diperlukan “Kebersamaan dan Kekompakan”. Diibaratkan sebagai vector-vector yang konvergen pada satu arah (cita-cita, tujuan, visi, misi, sasaran). Bila vector tidak konvergen dikhawatirkan akan merusak kekuatan (menjadi nol atau bahkan negatif).
  3. Pada akhir penutupan sambutan, Mendiknas menyitir sebuah kata-kata bijak dari seorang ulama besar yang berbunyi : “Ya Allah izinkanlah saya mencintai orang-orang yang suka berbuat baik walaupun saya bukan kelompok mereka, dan izinkanlah saya membenci orang-orang yang suka berbuat tidak baik walaupun saya juga sama saja”.

Filed under: OUR CAMPUS

Admin

PMKP UNSOED adalah komunitas yang berdiri karena hati anak2 kristiani di universitas jenderal soedirman untuk bergerak menjadi garam dan terang dunia bagi kampusnya.....
"come n join us"
from one movement to another movement in this campus
Oktober 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PMKP Twits

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.