PMKP UNSOED

Just another WordPress.com weblog

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT UNTUK MENOLONG

Puji syukur saya kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang memberikan kesempatan kepada saya untuk memberi kesaksian di wadah ini, biarlah ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.  Amin.

Saya adalah dari latar belakang non-Kristen tapi bersekolah di sekolah Kristen, yang sering mendengar tentang Yesus tapi tidak mengenal siapa itu Yesus.

Saat saya masih duduk di bangku SMP kelas I, saya sudah kenal yang namanya diskotik dan di bangku SMP kelas II saya mulai merokok karena diajarin teman.  Sampai saya mengenal yang namanya alkohol (mabuk-mabukan).  Tapi itu belum seberapa.

Akhirnya setelah memasuki umur yang ke 18, saya mengenal dan saya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup saya (itu pada tahun 1992 bulan 4).  Lalu saya jalani sebagaimana mestinya orang Kristen.  Saya juga melayani, beribadah dan rajin berdoa.  4 tahun kemudian yaitu pada tahun 1996, saya mengalami proses di gereja, saya difitnah dan saya sakit hati sebab pelayanan saya dicabut dan saya tidak boleh melayani lagi.  Mengapa ini harus terjadi?  Sementara pelayanan saya sekarang pada puncaknya.  Waktu itu yang saya rasakan dunia seakan-akan mau kiamat.  Dan sangat disayangkan saya tidak menyelesaikan masalah kepahitan dengan tuntas di hadapan Tuhan dan manusia.  Akhirnya saya bawa terus di dalam hidup saya.

Dan pada tahun itu juga saya diberi izin oleh orang tua saya untuk ambil kursus di sebuah pusat kecantikan yang menurut mereka saya memiliki bakat di sana.  Setelah saya jalani, di sana saya mulai bergaul dengan orang-orang yang tidak benar (saya tetap ke gereja dan saya pikir saya pasti kuat menghadapi mereka).  Tidak lama kemudian, saya disuruh nemenin teman saya ke Aceh, katanya sih sebentar saja (paling banter 3  hari) dan sudah tersedia tiket pesawatnya.  Alasannya sih katanya ada pesta.  Pesta model apa saya sendiri saja gak tau (ngajaknya pas saya lagi di tempat saya kursus).  Jadi saya pulang duluan untuk pamitan sama ortu dan sekalian ambil keperluan saya.

Waktu saya minta izin, mama saya bilang, “Gak, nggak boleh.  Pesta apa juga gak je;as.  Pokoknya jangan pergi.”  Tapi saya malah ngotot mau pergi.  Dan akhirnya saya diberi izin untuk pergi.

Sesampai saya di sana, kita dijemput 2 orang pria berumur kurang lebih 35 tahun dan tampaknya aneh.  Saya sudah mulai curiga dengan perempuan yang ngajak saya ini soalnya sepanjang mereka berbicara, perempuan ini terus mau dipegangin saja.  Tapi mungkin perempuan ini malu dengan saya akhirnya dia duduk sedikit menghindar dari mereka.  Setelah malam tiba (kita diberi tempat penginapan yang paling bagus / hotel yang terbaik di B. Aceh), satu persatu yang katanya teman pesta itu mulai berdatangan ke kamar hotel (ada cowoknya dan ada juga ceweknya).  Kamar kita akhirnya jadi tempat berkumpul orang-orang yang mau pesta itu.  Tiba-tiba muncul seorang pria tinggi besar sekitar 33 tahun umurnya, dan dari balik sakunya dia mengeluarkan plastik kecil berisi pil-pil yang berwarna-warni.  Dari situ saya mulai ngerti.  Ini toh yang namanya pesta?  Dan semuanya dibagi rata termasuk saya tapi saya nolak waktu itu.  Kita diajak ke lantai dasar hotel tersebut (karena di situ ada diskotiknya).  Disitulah mereka mulai gila-gilaan.  Tapi saya diam saja (dan tanpa saya sadari itulah awal kejatuhan saya).

Sesampai kita di medan, saya bertahan untuk tidak mengkonsumsi pil itu yang disebut dengan Ecstasy.  Walaupun saya jadi sering ikut-ikutan ke diskotik (dengan teman dari Aceh ini).  Saya mulai kembali merokok tapi belum juga mengkonsumsi pil itu, mulai hidup tidak karuan.  Sampai akhirnya saya pergi ke diskotik bersama dengan seorang teman (dari Aceh juga, dan bukan yang biasanya).  Waktu itu minuman yang disuguhkan kepada saya ternyata sudah ada mengandung pil ini yang sudah dihaluskan sebelumnya sebanyak 3 butir.  Gila memang waktu itu.  Setelah berkali-kali saya minum, kok makin lama makin pahit yang saya minum.  Akhirnya dengan marahnya saya memaki teman saya ini karena saya sadar apa yang sudah dia lakukan terhadap saya.  Beberapa menit kemudian, obat ini mulai nereaksi, saya tidak bisa menguasai diri lagi karena saya belum punya pengalaman, tapi beberapa teman saya tetap menjaga saya.

Dan akhirnya… saudara-saudara mungkin bisa menebak apa yang terjadi.  Saya sudah mulai kecanduan, mulai disuruh teman-teman untuk mencari “barang” di luar ataupun di dalam (maksudnya diskotik).  Mulai bergaul dengan anak-anak band dari Bandung yang kebetulan juga gila tripping dan mabuk-mabukan, mulai suka keluyuran, tidak pernah di rumah (1 minggu paling banter 2 s/d 3 hari di rumah, selebihnya di tempat penginapan bersama teman-teman).  Makin lama makin bertambah kadarnya obat yang saya konsumsikan itu (2 1/2 s/d 3 butir sekali tenggak) dan juga ganja.  Saya mulai jatuh dan jatuh tidak karuan.  Di dalam rumah saya jadinya suka memberontak, melawan dan mencaci maki orang tua, mencuri uang hanya karena ingin bersenang-senang dan yang paling mengerikan adalah saya sampai berani memukul kepala kakak saya sendiri dengan gembok dan menendang papa karena saya tidak suka kalau saya dilarang.  Akhirnya saya lari dari rumah.

Yang lebih parahnya lagi adalah saya punya hubungan gelap dengan suami orang.  Saya tidak takut sama sekali waktu itu.  Saya jalani saja sesuai dengan kemauan saya.  Samapi orang tua saya akhirnya angkat tangan tanda menyerah / pasrah melihat kelakuan saya.  Kalau saya tidak bisa berubah, mereka tidak mengakui saya sebagai anak mereka lagi.  Saya iyakan saja mereka, toh saya merasa saya sduah hebat sekarang.  Saya bilang sama mereka, it’s okay!  Tidak masalah.  Betapa kurang ajarnya saya waktu itu.

Setelah 6 bulan saya berhubungan dengan suami orang, akhirnya saya hamil.  Saya bergumul waktu itu dibuang atau tidak anak ini (soalnya banyak pendapat lebih baik aborsi saja).  Tapi keputusan tetap ada di tangan saya, dan saya katakan tidak!

Hari demi hari saya mulai berubah, saya tidak berani ngepil, tidak berani merokok dan mabuk-mabukan, sebab saya takut nanti mempengaruhi anak saya.

Dalam hati saya, kali ini saya harus menyerah sama tuhan.  Kalau tidak saya pasti mati.  Pokoknya saya harus balik.  Tanpa saya sadari ternyata selama saya jatuh, kakak saya dan teman-teman saya semua terus mendoakan saya.  Dan akhirnya saya memang benar-benar balik.  Puji Tuhan!

Dengan adanya anak inilah saya bertekad untuk balik dan itu membuat saya mengucap syukur.  Kalau saya tidak hamil waktu itu saya rasa saya tidak akan pernah balik.  Tapi Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, Amin?

Setelah itu saya datang kepada Tuhan dengan hancur hati.  Saya minta ampun dan saya minta pemulihan dari Tuhan.  Dan sekarang anak saya berumur 2 tahun (pria) dan dia sangat pintar dan lucu.  Dan saya juga bertekad untuk minta berpisah dari papanya sebab itu melanggar Firman Tuhan.  Anak itu di tangan saya saat ini dan Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong saya.  Tuhan juga sudah memberikan pasangan hidup untuk saya.  Tuhan berikan yang terbaik, dan tahun 2000 ini kita bersepakat untuk melangsungkan suatu pernikahan yang kudus dan yang berkenan di hadapan Tuhan.  Amin.

Segala syukur, hormat, kemuliaan hanya bagi Yesus Tuhan kita.  Halleluyah!  Tuhan memberkati!

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
(Yeremia 29:11)

Filed under: KESAKSIAN

Kebaikan Tuhan

Shaloom !…

Sudah lama sekali Sandy ingin menulis mengenai hal ini. Satu kisah nyata mengenai kebaikan Tuhan kepada keluarga Sandy. Kiranya tulisan ini dapat menjadi satu kesaksian untuk menguatkan iman teman-teman yang terkasih. Dan saya tahu saya menulis ini karena Tuhan dan Roh Kudus menyetujuinya.

Saya pernah menganggap diri Saya adalah orang yang paling menyedihkan di dunia, kalau melihat jalan hidup saya sendiri. Semenjak kecil, saya mengikuti orang tua saya, sudah beberapa kali saya mengalami kejatuhan demi kejatuhan, kebangkrutan demi kebangkrutan. Bisa saya hitung dengan tangan saat ini sudah tiga kali kami mengalami kejatuhan tersebut.

Keluarga kami tadinya adalah keluarga Budhist, yang terikat dengan banyak kuasa-kuasa kegelapan. Kami sudah pergi kemana-mana, hampir semua paranormal terbaik kami kenal. Kami istilahnya sudah memegang kepercayaan kepada tujuh berhala, tujuh wihara, dan tujuh dukun ! (Pokoke terikat deh !), dan saya sudah tidak dapat menghitung, sudah berapa kali keluarga kami datang ke Gunung Kawi (bahkan menurut cerita mami, dari umur satu tahun saya sudah dibawa ke sana).

Kami mencari mereka seperti mencari dokter yang manjur, dokter yang memberikan berkat ! Kami buta bahwasanya berkat itu datang dari Surga dan dari Tuhan. Nyata-nyatanya berkat mereka itu berhasil baik, ayah saya berhasil dalam pekerjaannya sebagai kontraktor. Kami diberikan proyek ratusan juta rupiah, mobil banyak, kebutuhan sangat mencukupi. Tapi walaupun hidup seperti itu, hidup kami hampa sekali. Gelap tanpa terang.

Sesudah kami hidup di puncak, masalah demi masalah mulai menggerogoti, dari keluarga, keuangan, oh, macam-macam. Iblis yang sudah memberikan semuanya itu, datang kembali untuk mengambil semuanya (mereka adalah roh-roh teritorial dan belalang pelahap). Kami jatuh bangkrut ! Hilang semuanya !

Dari itu kita bangkit lagi, cari lagi dukun dan paranormal, tempat ziarah yang lebih top ! Yang lalu kurang berhasil. Eh, dasar Iblis itu pintar, dikasih lagi berkat, lalu habis lagi dengan cara-cara dunia (ingat, kesenangan dunia yang diberikan oleh iblis itu hanya nikmat sesaat, sehabis itu mereka akan menggerogoti pikiran tubuh dan jiwa kita). Saya memang pada waktu itu sudah aktif di gereja (sejak kecil juga ke gereja, tetapi kalo disuruh pegang shio, yach pegang juga). Saya mulai merasakan hal yang sangat aneh dalam rumah dan keluarga. Bencana demi bencana, dan jangan lupa kalau kita berhubungan dengan okultisme, maka ada roh guna-guna yang ingin mengguncang keluarga. Bahkan saya pernah sendiri, ketika berdoa, saya melihat bayangan putih mendekati saya dengan cepatnya, masuk dalam pikiran saya, seorang wanita, dan dia itu setan yang mengganggu saya. Oh, rumah dan toko dulu kami itu ditanami berbagai macam jimat dan kertas-kertas mantera. Sungguh tidak enak, rasa-rasanya banyak kekuatan yang mengganggu diri keluarga kami.

Akhirnya pada tahun 1989, saya mengajak orang tua saya untuk bertobat, akhirnya mereka mau. Mereka di baptiskan. Mereka melepaskan diri dari kuasa-kuasa lamanya. Puji Tuhan deh, akhirnya mereka bertobat juga (tapi saya sendiri waktu itu belum dibaptis).

Kami jadi sering ke gereja semenjak itu. Tetapi yang namanya iblis itu nggak senang kalo ada yang bertobat bukan ! Dan tentunya, Bapa kita di Surga juga mau ngetest kesetiaan kita. Lagi-lagi keluarga kami bangkrut ! Dan ini adalah kebangkrutan terbesar dalam sejarah keluarga kami.

Tahun 1990, merupakan tahun yang sangat gelap bagi keluarga kami. Saya sendiri kalau mengingatnya suka hancur sendiri. Saya waktu itu masih duduk di kelas dua di SMA Pangudi Luhur. Masa remaja saya tidak-lah menyenangkan, menurut saya. Kalau dirumah saya tertekan sekali, saya hanya senang ketika saya berkumpul dengan rekan-rekan dan teman-teman saya. Pada waktu itu kegoncangan dalam ekonomi keluarga tidak dapat terelakkan lagi, begitupula dalam keluarga. Orang tua saya sudah terpecah, dan mereka siap untuk bercerai. Bahkan Papi saya sudah menyewa pengacara untuk perceraian tersebut. Saya sebagai anak pertama, tidak bisa berbuat apa-apa. Rasanya saya ingin bunuh diri, narkotik atau ekstasi (sayang waktu itu belum ada). Tapi sebagai anak yang takut Tuhan saya hanya bisa mengadu dan berbicara kepada-Nya. Setiap malam saya berdoa dan menangis agar semuanya itu tidak terjadi. “Ya, Tuhan apa dosa kami sehingga kami mendapatkan semuanya ini !”. Hal itulah yang saya serukan setiap hari. Sampai pada suatu saat saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan saya berikan setengah nyawa saya hanya padaMu, bila saya, Engkau berikan umur sampai enam puluh tahun, biarlah saya hidup tiga puluh tahun saja, sisanya untukMu, asalkan kau satukan lagi keluarga kami”.

Saya menjual diri saya kepada Tuhan Yesus, setiap malam, saya berdoa, menangis dan meratap (sekarang ketika saya menulis ini, rasanya saya mau nangis lagi (cengeng yach, cowoq kok cengeng !)).

Tuhan itu baik, Amien ! Dia dengar doa saya, saya tidak tahu bagaimana caranya Tuhan bergerak, yang tadinya kedua orangtua saya begitu bersikeras untuk bercerai, mereka bersatu lagi. Saya berpikir, biar kami gembel, yang penting keluarga bersatu lagi. Puji Tuhan. ! Yesus adalah Allah yang ajaib. Akhirnya kami pindah rumah, kami sungguh miskin dan tidak punya apa-apa. Bahkan ketika mau kontrak rumah sekalipun, kami tidak memiliki uang sama sekali ! Untunglah masih ada yang membantu kami.

Saya hidup dalam tekanan yang keras setiap hari, karna saya biasa hidup senang, sekarang saya harus merasakan hidup dari awal lagi, dari nol. Saya kasihan melihat papi saya, biasanya kalau ke proyek, papi tinggal pilih mobil yang mana ? Sekarang harus pergi dengan bus ! Saya hanya bilang, saya sungguh miskin !

Saya bagaimanapun harus bertahan hidup, saya selesaikan sekolah saya di PL, melihat teman-teman baik saya, satu demi satu berangkat ke luar negeri. Itu cita-cita saya dari kecil menuntut ilmu di US, tapi semuanya sirna, karna memang saya tidak memiliki uang sedikitpun untuk sekolah di sana. Saya ingin masuk Tarumanagara (karna lulus-nya cepat hanya 3 1/2 tahun), tapi Tuhan membawa saya ke Atma Jaya.

Saya menurut beberapa teman saya adalah orang yang periang, saya memang sedikit mudah dalam bergaul, saya cukup gila, tapi mereka tidak melihat hati saya yang hancur. Saya kadang sampai saat ini merasa masih butuh perhatian banyak dari teman-teman saya.

Keluarga kami mulai membangun lagi mulai dari nol. Sejak kejatuhan itu kami menjauhi Tuhan lagi, kami jadi murtad. Kristen hanya Kristen KTP. Kami dekat lagi dengan kuasa-kuasa. Tapi Tuhan itu baik, sedikit demi sedikit kami diangkat. Saya sendiri bingung, walaupun papi berkali-kali jatuh, tapi Tuhan selalu saja mengangkat papi cepat sekali, good Lord…good Lord. Akhirnya kita bisa membeli tanah dan membangun rumah kami sendiri. Tapi cobaan terus terjadi tidak henti, karena kami tidak lekat lagi dengan Tuhan.

Tahun 1996 merupakan titik bersejarah bagi pertumbuhan iman keluarga kami. Satu saat papa kena stroke, mukanya yang ganteng itu jadi miring, katanya karena gamparan guna-guna dari iblis (gitu kata paranormal). Selama satu tahun papa tidak dapat mencari uang, sakit keras ! Bahkan papi di pegang oleh ahli syaraf terbaik istana, yang menyuruh papi di operasi. Tetapi ketika saya tanya chance-nya, dokter bilang hanya 50%-50%, kalo sukses yach sembuh, kalo nggak yach jadi zombie, mayat hidup. Serem nggak sich ! Yach Tuhan apa lagi cobaan kami kali ini ?

Saya tidak memperbolehkan papi saya dioperasi, bahkan sudah disetujui oleh keluarga saya lainnya untuk di operasi di negri China. Akhirnya papi mengikuti pengobatan akupuntur, dan walaupun sedikit lama, mulai papi saya membaik. Cobaan demi cobaan, sampai pada akhir tahun 1996, kami bertemu salah satu rekan keluarga (seorang paranormal), dia menyarankan untuk kembali ke Tuhan. Karena Tuhan menghendaki keluarga kami kembali.

Semenjak saat itu kami mencoba kembali taat dan kembali ke gereja. Dan setelah itu pula Tuhan Yesus memulihkan keluarga kami secara menyeluruh. Walaupun keuangan keluarga kami sudah membaik sejak tahun 1993, tetapi kehampaan terus mengisi hati kami. Sampai ketika Tuhan sendiri yang mengisi hati kami dengan damai sejahtera dan suka cita. Puji Tuhan, kami merasakan berkat hanya dari pada Nya. Bukan berkat duniawi, bukan berkat iblis, melainkan berkat dari Allah Bapa, Tuhan Allah semesta alam. Amien !

Semenjak itu hidup saya sendiri dipulihkan, saya pernah ceritakan sebelumnya. Tuhan membisikkan saya untuk berpuasa selama empat puluh hari lamanya. Dan tepat pada hari keempat puluh, Tuhan menjawab saya, saya diterima di salah satu perusahaan internet untuk memulai riset skripsi saya, yang sudah terbentur selama satu tahun lebih.

Pada tanggal 13 Maret 1997 saya dibaptiskan, dan saya menerima Tuhan Yesus sebagai satu-satunya juruselamat. Dilanjutkan adik saya 17 Agustus yang lalu. Kini sekeluarga kami telah diselamatkan. Dan nyata kebaikan Tuhan dan mukzijat demi mukzijat Tuhan dinyatakan dalam hidup kami. Kami sungguh bersyukur kepada Tuhan, dan untuk itu pada tanggal 30 September yang lalu rumah kami diberkati setelah satu tahun lamanya kami tinggal disini. Kami menyerahkan seluruh harta kami kepada Tuhan pada hari itu. Kini kami tidak memiliki apa-apa, karena segalanya yang ada di bumi ini adalah kepunyaan-Nya.

Dan kesaksian ini saya sampaikan kepada seluruh undangan kami, dan kami sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus. Kami memberikan pujian ini kepada Tuhan (1 Tawarikh 29:11-12).

Ya Tuhan punyaMulah kebesaran dan kejayaan

Ya Tuhan punyaMulah kehormatan – kemasyuran dan keagungan

Segala yang di langit dan yang di bumi, kepunyaan-Mu

Hosana bagi sang raja, Hosana di tempat yang maha tinggi

Hosana-hosana, Hosana-lah bagi Dia !

Sungguh, apa yang ada pada diri kita merupakan titipan saja. Harta dan segala apa yang kita miliki itu seperti angin, datang dan pergi. Karena yang memilikinya adalah Tuhan. Tahukah konglomerat sebesar William Suryadjaya (konglomerat kedua Indonesia), dapat hancur dalam satu hari ! Adakah harta yang abadi ? Harta didunia akan habis dimakan ngengat, tapi harta di Surga akan abadi selamanya. Saya sering terpikir, kadang kita hidup hanya untuk mencari uang, dan kita dibudaki untuk itu. Kita tidak tahu bahwasanya kalau kita serahkan semuanya itu kepada Tuhan, Dia akan sediakan bagi kita. Ayat favorit saya adalah Filipi 4:19

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulianNya dalam Kristus Yesus”.

Bahkan sampai dibuatkan lagunya :

Allahku kan memenuhi keperluanku

Menurut kekayaan dan kemulianNya

Allahku kan mencukupi kebutuhanku

Di dalam Yesus Tuhan…..

Tiada yang mustahil bagi Dia

Ajaib s’gala perbuatanNya

S’gala perkara, Kutanggung dalam Dia

Di dalam kekuatan kuasaNya

Di dalam kekuatan kuasaNya…..

Untuk itu kami bersuka cita dan bertahan dalam dunia yang mulai sangat tidak ramah ini, apa yang kita rasakan saat ini, bencana demi bencana, kehancuran dan kegoncangan ekonomi, sudah menggerogoti kita. Oleh karena itu sebagai orang percaya kita haruslah bertahan. Kita harus mengucap syukur, walaupun kita tertekan sekali. Karena Tuhan pasti akan membantu, ingat pujian ini :

Jiwaku merindukanMu

Ya Allah yang hidup

Jiwaku haus kepadaMu

Ya Allah yang hidup

Kubersyukur kepada-Mu

Sumber pengharapanKu

Penolongku dan Allahku

Tiada yang seperti-Mu

Pada saat ini kalau kami dalam kesusahan, terlebih mami saya, dia hanya mengandalkannya kepada Tuhan, dan Tuhan memberikan jawaban yang dahsyat kepada kami. Kami mengingat ketika kami masih lemah dan tidak berdaya, kami menyayikan pujian-pujian :

Dengan hati bersyukur

Pada Allah yang hidup

Syukur karna dib’rikan anakNya, Yesus

Kini yang lemah dikuatkan

Yang miskin diperkaya

Karna kebaikannya pada Kita

Syukur…….

Sampai saat ini keluarga kami hanya mengandalkan Yesus, karena hanya dia yang bisa diandalkan. Tidak ada lagi didunia ini yang bisa diandalkan. Siapakah yang dapat diandalkan waktu kita miskin dan susah ? Saudarakah ? Temankah ? Mereka menjauhi kita kalau kita dalam kesusahan (ini saya alami sendiri loh !), tetapi hanya Tuhan yang mencari kita. Jadi dalam segala hal, yang harus kita cari adalah Tuhan. Karna sebesar apa masalah kita, tidak akan ada yang dapat membantu, kecuali Tuhan.

Saya menulis banyak sekali pujian di atas, karena saya sungguh bersyukur dan bersuka cita atas hidup saya. Saya sudah mengalami banyak kejadian dalam hidup saya, tapi yang terindah itu adalah saat saya dekat dengan pencipta saya, Tuhan yang telah menciptkan saya. Saya rindu sekali rekan-rekan juga merasakan hal yang sama.

Saya menulis semuanya ini, karena saya tahu saya harus bersaksi atas kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Tulisan ini tidaklah baik, tidak ada yang istimewa. Sebagian rekan-rekan akan bilang, Sand elo mulai kehilangan akal budi yach, nulis tentang keluarga elo, mending bagus !

Yang saya banggakan dari tulisan saya ini, bukan keluarga saya dengan masa hitamnya, melainkan karena kebaikan Tuhan. Oh sungguh dahsyat, karena setiap kata yang saya tulis ini dalam bimbingan Roh Kudus, dan saya tahu Dia ingin rekan-rekan tahu. Bahwa Dia mengasihi anda semua. Dia ingin rekan-rekan tahu dan sadari waktunya sudah dekat, kita tidak boleh main-main dengan Tuhan.

Saya menulis semuanya ini, agar dunia tahu bahwa Allah itu baik, bahkan dalam kegelapan yang tidak terselami sekalipun, sinarNya akan menerangi kita.

Terima kasih rekan-rekan sudah mau membaca tulisan ini. Kadang saya merasa saya bodoh, mengapa tidak dari dulu saya mengikuti dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, harus merasakan hidup menderita dan kekurangan. Lalu Dia menjawab, tidak ada orang di dunia yang senang-senang tetapi hidup dalam pertobatan. Saya sudah puas digodain sama iblis dan juga digampar sama Tuhan, selama hidup saya. Itu tidaklah lain karena kasihNya kepada saya dan keluarga saya, dan juga teman-teman sekalian.

Karna kegelapan dalam keluarga saya dahulu, telah membawa saya untuk lebih dewasa dalam iman kepadaNya. Dan saya tahu pula, yang menyebabkan kita miskin, sakit dan tidak berdaya,adalah karena dosa. Dan dosa itulah yang ditebus oleh Tuhan Yesus, untuk menyelamatkan kita dan memberikan kita hidup yang kekal.

Yang terakhir, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk selalu berdoa, dan mengucap syukur. Kegoncangan yang terjadi pada saat ini baru permulaan. Hukuman Tuhan baru dimulai pada dunia ini, waktunya sudah dekat. Percaya atau tidak percaya, kedatanganNya sudah dekat. Saya sendiri bisa merasakannya. Marilah kita saling mendorong dalam iman, dan biar sukacita dan damai sejahtera yang dari pada Nya menyertai kita sampai kedatanganNya yang kedua nanti.

Sungai sukacita Mu mengalir dalamku

Anggur sukacita Mu melimpah dalamku

Ku menari dan bersuka

Puji hu disetiap waktu

S’bab sungai sukacitaMu

Ada dalamku

Mengalir bersamaMu

Bersuka didalamMu

MengikutiMu Tuhan dalam kegerakanMu

MelayaniMu Tuhan di dalam sukacitaMu

Sbab hanya Tuhan yang membuat sukacitaku penuh.

Tuhan memberkati kita semua,

 

Dalam kasih yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus,

Sandy Suharjono

Filed under: KESAKSIAN

TERLEPAS DARI IKATAN ROKOK

Paul, Jakarta

SAUDARA yang terkasih dalam Yesus, dengan ini saya ingin memberi kesaksian bagaimana Yesus melepaskan saya dari ikatan rokok yang telah memperbudak saya selama 25 tahun.

SAYA perokok berat yang menghabiskan 2-3 bungkus sehari. Begitu terikatnya saya sehingga bila ke belakang saya harus bawa rokok dan bila saya harus memilih antara rokok dan makanan, saya pilih rokok. Tetapi puji Tuhan, bahwa Yesus lebih kuat dari apapun dan sanggup melepaskan segala ikatan yang membelenggu kita, Halleluyah!

KELEPASAN dari rokok yang saya alami terjadi pada tanggal 22 Januari 1985. Saat itu baru saja saya selesai mengikuti Pemahaman Alkitab dari Bapak Pdt JE Awondatu di rumah Keluarga Alwel Tanujaya. Saya baru mengikuti pelajaran ini beberapa kali, inipun karena dorongan istri saya. Perlu saudara ketahui bahwa saya berlatar belakang Katolik, sehingga saya tidak terbeban untuk melepaskan kebiasaan, karena menurut ajaran Katolik merokok tidak dilarang, hingga saya tak merasa salah dengan merokok. Tapi pada waktu saya mengikuti persekutuan Doa (PD) yang mulai saya kunjungi pertengahan tahun 1983 saya tak berterus-terang merokok di hadapan saudara seiman disamping untuk menghargai mereka yang tidak merokok, juga untuk menutupi agar mereka tidak tahu bahwa saya adalah perokok, munafik ya ?

SERING saya dengar kesaksian orang berhenti merokok, tetapi hati saya tidak tergerak karena yang bersaksi orang Kristen bukan Katolik. Hingga saya pikir wajar saja dia tidak merokok sebab dilarang pendetanya, sedangkan pastor saya tidak pernah melarang saya. Kembali ke peristiwa yang saya alami pada tanggal 22 Januari 1985. Tidak seperti biasanya saat itu Pendeta Awondatu setelah mengakhiri pelajaran Alkitab (biasanya terus pergi untuk melayani di tempat lain) mengatakan: “Saya akan berdoa bagi saudara. Barang siapa yang mempunyai keperluan harap berdiri dengan mengangkat tangan keatas dan meletakkan tangan kiri didada masing-masing, kemudian berdoa memohon apa saja yang menjadi keperluan saudara.”

SAYA berpikir sejenak apa yang menjadi keperluan saya dan terlintas dalam pikiran saya, apa salahnya saya minta kelepasan dari rokok, karena sebelumnya saya gagal mencoba dengan kekuatan sendiri. Lalu saya berdoa dalam hati demikian: “Tuhan, apabila Engkau tidak berkenan saya merokok tolong lepaskan saya dari belenggu yang mengikat yaitu kebiasaan merokok karena saya sendiri tidak sanggup melepaskan diri dari kebiasaan itu, terima kasih Tuhan, di dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami , kami telah berdoa, Amien.” SELESAI berdoa kami pulang dan seperti biasanya saya langsung membuka laci mobil untuk mengambil rokok. Tapi sebelum saya buka, ada yang menegur dalam hati saya dan sekarang saya baru mengerti bahwa itu adalah Roh Kudus yang telah menegur saya, mengatakan, `Bukankah engkau baru saja selesai berdoa agar engkau dilepaskan dari rokok, sekarang cobalah untuk tidak merokok.` Begitu bijaksananya Tuhan kalau menegur, begitu lembut suaraNya, sehingga membuat saya masih sering berlinang air mata apabila saya ingat kasihNya padaku. Saya urungkan maksud saya dan berkata kepada rokok: “Hai rokok mulai saat ini engkau menjadi musuhku.”

SETIBANYA dirumah rokok tetap saya bawa karena baru saja saya beli dan baru terhisap 2 batang, yaitu yang terakhir sebelum saya ikuti pelajaran Alkitab itu. Dan rokok itu yang terakhir sampai saat ini dan selamanya. Saya letakkan rokok di atas meja, dan setiap saya mengingininya saya berkata dalam hati, `Hai rokok engkau adalah alat iblis dan telah menjadi musuhku mulai saat ini sampai selama-lamanya.

KEESOKAN harinya seperti kebiasaan saya setiap bangun pagi saya ke belakang dan saat itu saya dapat melakukan tanpa isapan rokok, saya sadar bahwa Tuhan sudah melepaskan saya dari rokok yang mengikat saya 25 tahun! Langsung saya ceritakan pada isteri saya yang menyambut dengan “Puji Tuhan!”

SUNGGUH ajaib kalau Tuhan bekerja. Sejak saat itu sampai sekarang dan selamanya saya tidak merokok sebatangpun atau sehisap pun. Saya pun tidak memerlukan makanan kecil pengganti rokok atau kembang gula. Anehnya sejak saat itu saya benci kepada rokok dan bila ada orang merokok saya menghindarinya karena tidak tahan bau asap rokok. Kepada saudara seiman yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kita di mana saja berada, saya menghimbau saudara agar saudara yang masih merokok mohon kepada Tuhan agar mengangkat kebiasaan merokok yang mengikat saudara selama ini, karena Tuhan tidak menghendaki anak-anakNya untuk merokok dan pasti akan meluluskan permohonan doa saudara. Di dalam Alkitab memang tidak ada ayat yang mengatakan : “Jangan Merokok”, tetapi hal ini jangan dipakai alasan bahwa saudara boleh merokok. Sejarah menunjukkan bahwa pada zaman Alkitab disusun atau pada zaman Yesus Kristus masih berada di dunia ini, tembakau belum ditemukan dan di kenal.

MENURUT Encyclopedia AMERICANA No 26 halaman 800 ditulis bahwa tembakau ditanam oleh orang Indian Amerika sebelum orang-orang Eropa pergi ke dunia Baru.

Columbus mencatat bahwa orang-orang Indian menggunakan tembakau untuk merokok, memamah dan menghirup. Merokok diperkenalkan ke Spanyol dan Portugal pada tahun 1550 oleh pelaut yang kembali dari dunia Baru. Jadi wajarlah kalau di dalam Alkitab tidak terdapat larangan untuk merokok namun demikian ada beberapa ayat dalam Alkitab yang dapat saudara hayati dan resapi maknanya yaitu sbb:

a. Yesaya55:2 “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan ? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

b. Markus7:20 KataNya (Yesus) lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Asap rokok yang keluar sangat merugikan orang yang berada disekitarnya dan lebih membahayakan daripada orang yang menghisap rokoknya.

c. 1 Korintus 3:16-17 “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah itu kudus dan Bait Allah itu ialah kamu. “Dengan merokok manusia membinasakan tubuhnya secara perlahan tapi pasti. Ilmu kedokteran telah menyelidiki dan melaporkan bahwa rokok adalah penyebab kanker paru-paru, bronchitis dan berbagai penyakit lainnya. Seandainya tembakau sudah ada pada zaman Yesus, saya yakin Yesus akan melarang untuk merokok. Kalau dokter dunia saja sudah melarang apalagi Yesus yang kita kenal sebagai Tabib di atas segala tabib, pasti akan melarang umatNya untuk merokok.

d. Matius 16:9 “Kepadamu akan Kuberikan anak kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia akan terikat di surga, dan apa yang kau lepaskan di dunia akan terlepas di surga.” Ayat tersebut bukan hanya untuk melepaskan ikatan rokok saja melainkan juga ikatan lain seperti alkohol, narkotik, obat bius, ganja, dan lain-lain yang mengikat secara negatif.

e. Lihat juga Ayub 20 :12-16

Saya sadari sepenuhnya bahwa saya tak mempunyai hal apapun untuk melarang saudara merokok. Saya pun tidak mau kalau yang menyuruh berhenti merokok itu adalah manusia. Apakah dia istri, sahabat, atau dokter sekalipun. Saya hanya menghimbau agar saudara-saudara menghayati ayat tadi dan minta pimpinan Roh Kudus untuk menerangkannya. Terutama saya menghimbau hamba Allah yang masih terikat dengan kebiasaan merokok untuk segera melepaskan ikatannya yang membelenggu dan jangan menghamburkan uang yang diterima dari Tuhan melalui umatNya untuk membeli rokok demi kenikmatan daging yang merusak kesehatan tubuhnya sendiri. Ada orang yang memakai hukum ” kelebihan” yaitu segala kelebihan itu tidak baik, demikian juga dengan rokok. Tetapi bagi Tuhan hukum itu tidak berlaku. Dosa tetap dosa dan noda tetap noda. Tidak dapat dikatakan kalau sedikit itu tidak apa-apa.

Bagi saya sendiri sejak Tuhan melepaskan saya dari rokok, rupanya Tuhan juga melepaskan saya dari kebiasaan-kebiasaan buruk saya yang saya biasa lakukan sebelum Tuhan menjamah saya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa semuanya terjadi bukan karena kuat dan kehebatan saya, melainkan karena doa-doa istri saya yang dipanjatkan siang dan malam untuk keselamatan diri saya telah didengar oleh Tuhan.

Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran nya tidak kurang tajam untuk mendengar. (Yesaya 55 : 1)

Kesaksian saya ini pernah saya saksikan di beberapa gereja dan persekutuan doa, tetapi saya masih terus terbeban untuk membuat kesaksian secara tertulis, agar lebih banyak orang yang mengetahui bahwa Tuhan Yesus Kristus sanggup melakukan apa saja serta pasti akan mengabulkan doa-doa kita yang kita panjatkan apabila kita memohon dengan sungguh-sungguh sepenuh hati dan motivasi yang tulus. Demikian kesaksian saya, semoga menjadi berkat bagi saudara-saudara yang membacanya. Halleluyah puji Tuhan.

Paul R Satyoputra

Filed under: KESAKSIAN

KESAKSIAN CHARIAH

Saya telah dilahirkan anak lelaki kepada keluarga Muslim di Malaysia. Keluarga kami mempunyai tradisi keagamaan dan politik yang panjang dan penting di Malaysia. Sebagai orang-orang kenamaan di dalam sebuah negara Islam, agama Islam telah memainkan peranan utama dalam semua aspek kehidupan seharian kami.

Saya telah dibesarkan mengikut adat istiadat Islam, diajar bahasa Arab, pendidikan Al-Qur’an, upacara-upacara penyucian, doa, puasa dan sebagainya. Tetapi saya juga mempunyai kesempatan untuk kerap mengembara dan bermastautin semasa kecil di berbagai-bagai negara asing dan menimba ilmu pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama yang berlainan. Saya berpeluang berkenalan dengan penganut-penganut agama Buddha, Hindu, Yahudi, Kristian dan teramat ingin tahu, yang manakah satu-satunya agama yang betul. Memang jelas tidak mungkin adanya Allah yang Esa tetapi ada pula pelbagai jalan untuk mengenal Dia kerana ajaran dan perintah-perintah setiap agama itu kerap bercanggah; maka tidak mungkinlah Allah yang sama yang memberi ajaran agama-agama tersebut kepada manusia. Renungilah alam ciptaan-Nya! Belajarlah hukum-hukum fizik. Setiap hari kita dapat menikmati seorang Pencipta dengan kebijaksaan, pengetahuan dan logik yang tidak terbatas! Selanjutnya, Pencipta ini tidak mungkin begitu mengelirukan dan kelam kabut seperti yang dilambangkan oleh agama-agama di dalam dunia ini.

Saya teringat kepada satu peristiwa ketika berumur enam tahun. Oleh kerana darjatnya ayah sering ke merata-rata tempat sehingga kadang-kadang saya tidak bertemu dengannya untuk berbulan-bulan. Pada suatu hari, saya amat merinduinya dan ingin bertemunya. Terlintas pada fikiran saya pula untuk berdoa kepada Allah agar membawa ayah pulang. Tetapi pada ketika itu, timbul pula masalah yang besar! Saya maklum akan bagaimana berdoa dalam bahasa Arab dan juga upacara penyucian tetapi saya tidak erti langsung bagaimana berdoa kepada Allah untuk keperluan yang khusus. Saya tidak mampu berdoa kepada Allah untuk hasrat itu dalam tertib yang berpatutan, disusuli dengan ayat-ayat yang betul dan teratur bentuknya. Saya hanya mengenal Allah sebagai Tuhan yang sangat, sangat jauh. Dia Tuhan Kudus yang hanya dapat dijangkau melalui pendalaman ilmiah Al-Qur’an berserta perintah-perintah di dalamnya, upacara-upacara penyucian yang betul serta Bahasa Arab yang betul. Sebaliknya, saya mempelajari bahawa agama Kristian itu sebagai agama yang mudah, berasaskan kasih dan maaf – yang sentiasa sedia menerima mereka yang lemah dan tidak layak. Saya selalu kagum apabila menonton filem-filem Kristian semasa kecil. Sebagai contoh, dalam kisah Quo Vadis, golongan orang Kristian yang ditindas dan diseksa oleh orang Rom, dengan hati yang rela sedia memaafkan perbuatan orang Rom yang keji itu. Golongan orang Kristian itu kemudiannya telah dibuang untuk dibaham singa-singa buas yang lapar di gelanggang perlawanan (amphitheater). Berhadapan dengan maut, mereka mula memuji dan menyembah Tuhan mereka. Saya dapat merasai satu tenaga kuat yang tidak dapat dijelaskan tersebar daripada kumpulan Kristian itu. Mereka lemah, namun kuat. Mereka menghadapi maut, tetapi pasti akan hidup untuk selama-lamanya. Saya sangat kagum tetapi juga keliru. Akhirnya, saya membuat keputusan untuk berdoa dengan neutral dan memohon kepulangan ayah tidak lewat dari esok.

Pada keesokan harinya, terdapat ketukan di pintu. Ketika saya membuka pintu, terlihatlah wajah ayah yang bersenyum ke arah saya. Ayah memaklumkan bahawa dia mahu memeranjatkan kami dengan kepulangannya! Alangkah gembiranya perasaan saya dan saya tahu bahawa doa saya itu telahpun dikabuli Allah. Pada waktu itu, saya sudah yakin akan kewujudan Allah. Tetapi masih terletak pada hati saya azam untuk mengetahui siapakah Allah yang sebenarnya!

Ketika di tanahair, saya dapati bahawa adat istiadat dan hukum-hukum Islam sukar dituruti. Semasa bulan Ramadan bulan puasa, saya dilarang menelan air liur. Apabila saya terkentut selepas membersihkan diri sebelum bersembahyang, haruslah membersihkan diri sekali lagi. Jika pula menguap, ayat-ayat Al-Qur’an mesti dibaca untuk mencegah diri dari dirasuk oleh makhluk halus yang masuk melalui mulut. Saya juga dilarang menyentuh anjing, mahupun bermain dengan anjing mainan. Antara barang kepunyaan saya ialah rantai leher yang terhias dengan ayat-ayat suci yang mesti ditanggalkan sebelum ke tandas. Terdapat beribu-ribu lagi perintah-perintah yang harus ditaati sehingga saya menjadi sangat takut sekiranya melakukan kesilapan dan seterusnya gagal. Maka, saya tidak dapat menemui ketenteraman jiwa.

Pada satu ketika, saya telah menerima sebuah Al-Kitab dan mula membacanya. Saya membaca keempat-empat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya di dalam Perjanjian Baru. Setiap ayat yang dibaca menyeru kepada hati saya. Saya dapati bahawa di depan Allah, kita semua pendosa. Tidak kira betapa kuat dan tekunnya kita cuba memenuhi kehendak hukum-hukum itu, kita tidak mungkin akan berjaya. Ini kerana Allah itu lebih Kudus dari yang disangka. Cuma satu dosa memadai dalam hidup kita untuk membatalkan kemasukan kita ke dalam Syurga. Tambahan pula saya mengakui bahawa saya telah berdosa sekurang-kurangnya sekali di dalam hidup saya. Tetapi Allah telahpun berfirman: (Efesus 2:8) “Hal ini demikian, kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Yesus. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan kurnia Allah.”

 

***

Pada satu hari, ayah dan saya sakit tenat. Saya telah menemui beberapa orang doktor, tetapi mereka semua tidak berjaya menentukan jenis penyakit itu. Biarpun saya memakan semua ubat yang diberikan, saya merasa letih dari hari ke hari. Saya telah hilang berat badan sebanyak dua belas kilogram dan terasa bahawa sudah hampir tiba masanya untuk menemu ajal. Kemudian barulah saya mula berdoa kepada Allah. Saya mengaku segala dosa-dosa saya dan memohon ampun dari Allah. Saya menerima korban yang diberi Allah melalui anaknya Yesus Al-Masih dan kematian Yesus sebagai ganti saya untuk dosa-dosa saya. Walaupun saya tidak terdaya untuk makan, berdiri atau melakukan apa-apa perkara yang fizikal – saya berupaya untuk berdoa dan bersedia untuk bertemu dihakim-Nya pada Hari Kiamat buat selama-lamanya. Memanglah menjadi hasrat saya untuk ke syurga.

Setelah empat atau lima hari terlantar di dalam bilik tanpa rawatan, saya dimasukkan ke dalam hospital. Di masa yang sama, ayah dimasukkan ke dalam Unit Rawatan Rapi (ICU). Pada satu pagi, saudara-mara saya telah mengejutkan saya dari tidur dan menyampaikan berita sedih bahawa ayah telahpun meninggal dunia…

Punca rasmi kematian arwah ayah ialah kerana lemah jantung. Tetapi sebenarnya, doktor-doktor tidak dapat mengenal pasti punca penyakit yang dihidapi kedua-dua ayah dan saya. Terdapat khabar angin bahawa kami berdua telah diracun ataupun mangsa-mangsa ilmu sihir. Saya percaya bahawa saya masih hidup kerana firman-Nya di dalam Markus 16:17-18 yang berbunyi “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: Mereka akan mengusir roh jahat demi nama-Ku; mereka akan berkata-kata dalam bahasa yang tidak diketahui. Jika mereka memegang ular atau meminum racun, mereka tidak akan mendapat celaka. Jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Beberapa tahun kemudian saya telah menghidap penyakit batin pula dan pakar psikologi tidak dapat membantu saya. Saya terkenang akan kepada Allah, yang mampu menolong dalam situasi-situasi yang rumit; Allah yang menyebabkan orang yang beriman kepada-Nya rela memaafkan musuh-musuh mereka dan menyembah Dia ketika berhadapan maut di gelanggang lawan itu (amphitheater); Allah yang mampu memulihkan apabila seorang itu terminum racun dan juga yang rela membantu ketika kemasyghulan. Secara kebetulan isteri saya telah membawa saya ke upacara ibadat seorang Evangelist (pengkhabar Berita Baik) Amerika (Ray Jennings). Di sanalah kami sekeluarga menukar kepercayaan kepada agama Kristian. Si Evangelist itu menumpangkan tangannya di atas saya lalu berdoa untuk penyembuhan saya. Dengan serta-merta, saya dipulihkan menurut firman Allah: “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: … jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Pada hari ini saya bergerak dengan kehadiran Allah dalam hidup saya dan saya tahu bahawa Dia bersama saya. Kerana itu, saya mahu kamu tahu, wahai si pembaca Muslim, bahawa Allah yang Esa dan benar yang diperkisahkan Al-Kitab itu akan juga bersama-sama kamu apabila kamu membuat keputusan untuk mengikut cara yang ditunjukkan Isa.

Filed under: KESAKSIAN

Admin

PMKP UNSOED adalah komunitas yang berdiri karena hati anak2 kristiani di universitas jenderal soedirman untuk bergerak menjadi garam dan terang dunia bagi kampusnya.....
"come n join us"
from one movement to another movement in this campus
Juni 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

PMKP Twits

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.